Malang (beritajatim.com) – Kementerian ESDM memberikan program Bantuan Pasang Baru Listrik atau BPBL bagi 2.343 rumah tangga tidak mampu di Malang Raya, Senin (14/11/2022).
BPBL merupakan program bantuan pemasangan baru listrik bagi rumah tangga tidak mampu. Diantaranya meliputi instalasi tenaga listrik dan biaya pemasangannya, biaya sertifikasi laik operasi, biaya penyambungan baru ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan pengisian token listrik perdana.
Penerima BPBL ini harus tercatat dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Penerima BPBL pun harus berdomisili di daerah 3T, dan atau berdasarkan validasi kepala desa maupun lurah dimana warga kurang mampu ini tinggal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PLN”]
“Listrik merupakan kebutuhan dasar kita semua. Ketersediaan listrik yang cukup menjadi perhatian pemerintah,” ungkap Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM MP Dwi Nugroho, saat peresmian dan penyalaan pertama program BPBL di Desa Pamotan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Senin (14/11/2022).
BPBL merupakan kolaborasi antara Kementerian ESDM, Komisi VII DPR RI, dan PT PLN. Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Moreno Soeprapto, program tersebut sudah berjalan dengan baik.
“Dari Sabang sampai Merauke masih banyak yang membutuhkan listrik baru. Kami di Komisi VII bersama Kementerian ESDM dan PLN, gotong royong berinisiatif memulai dengan program bantuan pemasangan baru listrik dengan kuota 80 ribu se Indonesia,” ujar Moreno.
Politisi Partai Gerindra menambahkan, program tersebut bakal dilanjutkan tahun depan. Jika di tahun 2022, ada 80 ribu rumah tangga tidak mampu yang mendapatkan BPBL, maka di tahun depan akan menjadi 83 ribu. “Tahun depan saya akan duduk dengan PLN dan Menteri ESDM, kita mencocokkan data dengan kepala daerah setempat. Insya Allah terus berkelanjutan,” pungkas Moreno. (yog/kun)






