Magetan (beritajatim.com) – Ribuan santri putri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, memulai perjalanan mudik pada Senin (10/3/2025) pagi. Ribuan santri ini pulang ke kampung halaman menggunakan ratusan armada bus, minibus, dan mobil pribadi dengan pengawalan dari Satlantas Polres Magetan. Rute perjalanan mereka beragam, mulai dari berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga luar pulau, bahkan ke luar negeri.
Meskipun wajah mereka tertutup cadar, kebahagiaan terlihat jelas dari sorot mata para santri putri yang akhirnya bisa kembali ke rumah setelah satu tahun menimba ilmu di pesantren. Sebelum menaiki bus, mereka saling berpelukan dan melambaikan tangan kepada teman-teman mereka yang belum berangkat. Harapan besar mereka adalah tiba dengan selamat dan bisa kembali ke pondok dalam keadaan sehat.
Jenny Levy, salah satu santri putri Ponpes Al Fatah Temboro, mengungkapkan bahwa kepulangan santri putri selalu dijadwalkan pada tanggal 10 Ramadan. Sementara itu, santri putra dijadwalkan pulang pada 15 Ramadan. “Tujuan mudik saya ke Palembang Kota. Alhamdulillah bisa mudik hari ini (Senin), InsyaAllah estimasi Senin berangkat, maka Selasa sampai tujuan. Perjalanan cepat karena semua lewat tol,” ujarnya.
Dalam perjalanan pulang, para santri membawa barang-barang pribadi yang telah dikemas dalam koper berlabel nama dan tujuan mudik masing-masing. Para santri putra membantu mengangkat koper-koper tersebut ke kendaraan yang akan membawa santri putri pulang.
Adapun kepulangan mereka ke Ponpes dijadwalkan pada 15 Syawal mendatang. “Kami bersyukur, Alhamdulillah bisa mudik setelah setahun di Ponpes akhirnya pulang,” kata Jenny dengan penuh kebahagiaan.
Zakariyah, santri lainnya, mengungkapkan bahwa rute perjalanan yang ditempuhnya cukup panjang. Dari Ponpes, ia naik bus menuju Banten, kemudian menyeberang ke Lampung, sebelum akhirnya tiba di Palembang. “Kebanyakan tujuan mudik santri putri ke Palembang, Lampung, Pasundan, Bandung, dan Aceh,” jelasnya.
Pihak pondok tidak memberikan imbauan khusus selama libur panjang ini. Namun, mereka mengingatkan para santri untuk menjaga diri, menjaga aurat, serta memperbanyak doa dalam perjalanan. “Dalam perjalanan perbanyak berdoa agar selamat sampai tujuan. Alhamdulillah bisa mudik tahun ini, rasanya senang bisa bertemu keluarga kembali,” tambah Zakariyah.
Menurut Ibnu Sholeh, staf pengajar Ponpes Al Fatah Temboro, total ada sekitar 8.000 santri putri yang mudik, sementara 500 santri lainnya memilih tetap tinggal di pondok. “Yang mudik tanggal 10 Ramadan ini ada delapan ribu santri putri dan pendamping. Selanjutnya untuk santri putra dijadwalkan mudik tanggal 15 Ramadan,” jelasnya, Selasa (11/3/2025).
Destinasi mudik para santri tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri. Selain tujuan di Pulau Jawa seperti Indramayu, Pasundan, dan Jabodetabek, banyak santri yang pulang ke berbagai wilayah di Sumatra, Kalimantan, NTT, NTB, Maluku, Sulawesi, hingga Papua.
Beberapa santri bahkan memiliki tujuan ke luar negeri seperti Malaysia, Kamboja, Thailand, dan negara lainnya. “Perjalanan mudik para santri dimulai dari Ponpes naik bus, lalu nanti ada yang naik kapal hingga pesawat,” tambah Ibnu Sholeh.
Momentum kepulangan ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para santri. Setelah satu tahun penuh menjalani kehidupan di pondok, akhirnya mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan menikmati kebersamaan selama libur Ramadan dan Idulfitri. “Momentum libur panjang ini sangat dinantikan oleh para santri, karena mereka bisa kembali pulang bertemu keluarga,” pungkasnya. [fiq/suf]






