Surabaya (beritajatim.com) – Kasus DBD di Jatim mencapai 3.648 orang hingga minggu ketiga Februari 2024. Masyarakat diimbau waspada melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, minimal satu minggu sekali.
Dengan mengaktifkan kembali gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini, harapannya peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga untuk memberantas DBD bisa ditingkatkan.
“Perannya bisa dengan melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk DBD yang jadi sumber penyebaran utama,” ujar Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Minggu (3/3/2024).
Ia berharap, sosialisasi oleh tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan bisa lebih digaungkan. Bisa juga berkolaborasi dengan RT/RW, TP-PKK hingga Karang Taruna untuk menggalakkan Gerakan PSN.
“Jaga terus kebersihan diri dan lingkungan. Lindungi diri kita, lindungi keluarga kita, lindungi sekitar kita,” tuturnya.
Sementara itu, Kadinkes Jatim Prof Erwin Astha Triyono menyebut dalam penanganan DBD, Pemprov Jatim telah mengeluarkan SE Gubernur Jatim tentang Kewaspadaan dan Pengendalian DBD.
Selain itu, Dinkes Jatim juga membuat surat ke Dinkes kabupaten/kota tentang Penatalaksanaan DBD dan Kewaspadaan Kasus DBD untuk disampaikan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan daerah di Jatim.
“Kami juga telah melakukan sosialisasi melalui media elektonik/cetak, melaksanakan surveilans di daerah serta persiapan sarana pelayanan kesehatan, tenaga dan logistik dalam upaya pengendalian DBD,” kata Erwin.
Ia pun berpesan, jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi yang mendadak, terus menerus, berlangsung 2-7 hari segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Segera periksakan anggota keluarga yang memiliki gejala DBD. Semakin cepat pertolongan akan semakin baik,” pungkasnya. [ipl/but]






