Sampang (beritajatim.com) – Lahan pertanian berupa tanaman padi milik petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, Madura. Mendadak diserang oleh ribuan burung pipit pemakan padi. Akibatnya, hasil panen nanti akan menyusut karena padi telah di makan burung sebelumnya. Bahkan, jika tidak dihalau atau dijaga. Maka bisa mengancam gagal panen karena padi hanya tersisa batangnya saja tanpa ada buahnya karena habis dimakan burung.
“Serangan burung yang paling banyak itu terjadi di lahan pertanian di Kecamatan Jrengik dan Kedungdung,” kata Juwai, petani asal Jrengik, Sampang, Sabtu (14/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”petani-padi”]
Juwai menambahkan, selain adanya hama burung pemakan padi. Menurutnya ada hal yang aneh yakni padi cepat menguning padahal belum masa panen. Dugaannya, karena kekurangan air.
“Anehnya lagi, sejumlah lahan padi mulai menguning padahal belum tua, sehingga banyak padi yang tidak berisi alias kopong, kemungkinan besar ada penyakit atau kekurangan air,” imbuhnya.
Terpisah, menurut Fais, petani asal Desa Pesarenan, Kecamatan Kedungdung mengatakan, bahwa serangan burung pipit sangat meresahkan petani karena mengancam mengurangi hasil panen. Sehingga, upaya pencegahan untuk mengusir burung dilakukan hingga menyita waktu. “Kita menjaga tanaman padi ini hingga menjelang malam, kerana serangan burung pemakan padi ini jumlahnya ribuan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Malik petani lainya asal Desa Pesarenan yang nyaris putus asa karena kesulitan menghalau serangan burung pemakan padi yang kelaparan. “Kita sampai kehilangan akal untuk mengusir serangan burung pipit ini, yang bisa kami lakukan yakni mengerahkan keluarga kami untuk bergantian menjaga padi agar tidak menyusut saat musim panen tiba,” pungkasnya.[sar/kun]






