Bojonegoro (beritajatim.com) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro mendata ribuan gedung sekolah setingkat SD dan SMP rusak. Ribuan gedung sekolah yang rusak itu ditengarai karena minimnya sumber daya manusia (SDM) di Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, gedung sekolah yang rusak jumlahnya mencapai 1.027 ruangan kelas. Jumlah tersebut baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun rusak berat. Dengan rincian sebanyak 816 merupakan ruang kelas SD, sedangkan 211 lainnya merupakan ruang kelas SMP.
“Sebanyak 1.027 ruang kelas yang rusak itu dari jumlah total ruang kelas SD maupun SMP Negeri di Bojonegoro sebanyak 5.292 ruang kelas,” ujarnya, Senin (14/10/2024).
Politisi Partai Golkar itu mengungkap, sampai saat ini memang persoalan sarana prasarana (Sarpras) pendidikan di Kabupaten Bojonegoro banyak kondisinya yang memprihatinkan. Hal itu, disebabkan minimnya SDM di Dinas Pendidikan (Disdik) yang menangani perihal Sarpras.
“SDM Dinas Pendidikan yang menangani soal sarpras, sangat minim,” ujar Mas Pri, sapaan akrab Ahmad Supriyanto.
Anggota DPRD Bojonegoro dari Dapil Bojonegoro 3 ini menjelaskan, Disdik Bojonegoro telah mengajukan satu bidang khusus yang menangani terkait sarpras pendidikan. Namun, setelah satu tahun diajukan, belum ada tindak lanjut dari Pemkab Bojonegoro.
“Tapi sampai sekarang belum ada progres (pengajuan tersebut). Padahal itu adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah terkait sarpras pendidikan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bojonegoro, Nur Sujito saat dikonfirmasi perihal banyaknya gedung sekolah negeri rusak yang berada dibawah naungan Disdik itu, belum menjawab pesan singkat yang dilayangkan awak media. [lus/aje]






