Surabaya (beritajatim.com) – Upaya menjaga dan meningkatkan produksi migas di tengah tantangan lapangan-lapangan yang sudah tua (mature) menemukan titik terang melalui inovasi teknologi tepat guna. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), bagian dari Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, sukses besar mengimplementasikan teknologi Through-Tubing Electric Submersible Pump (TTESP), sebuah terobosan pompa listrik berukuran ringkas yang mampu dioperasikan tanpa bantuan rig pengeboran yang mahal dan memakan waktu.
Penerapan TTESP ini telah membuktikan diri sebagai solusi game-changer di Southern Area Operation Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, yang meliputi Lapangan Mutiara, Pamaguan, dan Beras.
Kehadiran TTESP memberikan dampak langsung pada produktivitas harian sumur-sumur minyak. Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, mengungkapkan bahwa rata-rata produksi harian tiap sumur di area tersebut yang sebelumnya hanya 60 barel minyak per hari (bopd) kini melonjak tajam menjadi 150 bopd. Kenaikan luar biasa ini mencapai 150 persen, mencerminkan efektivitas teknologi dalam menahan laju penurunan produksi alamiah.
“Kami menerapkan inovasi dan teknologi sebagai langkah strategis Perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” jelas Iva Kurnia Mahardi.
Wilayah Kerja Sanga Sanga yang dikelola PHSS memiliki karakteristik reservoir multi-layer dengan sumur-sumur mature berpipa kecil (di bawah 3 inci). Kondisi ini sebelumnya mengandalkan sistem gas lift yang memiliki keterbatasan teknologi dan tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas produksi.
TTESP hadir menjawab tantangan tersebut. Teknologi ini dirancang untuk dapat dipasang langsung melalui pipa produksi (through tubing) dengan diameter kecil, tanpa memerlukan workover rig, melainkan cukup menggunakan alat sejenis spooler unit yang jauh lebih ringkas dan cepat.
Menurut Iva, inovasi TTESP memberikan solusi efektif bagi lapangan-lapangan mature, tidak hanya meningkatkan stabilitas, tetapi juga secara nyata mampu menaikkan produksi sumur minyak.
Keunggulan TTESP tak hanya pada kenaikan produksi. Metode instalasi pompa ini hanya memerlukan satu hari kerja, menjadikannya sangat efisien dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan waktu dan biaya jauh lebih besar.
Secara finansial, peningkatan produksi signifikan berkat TTESP ini diproyeksikan menghasilkan potensi tambahan pendapatan (revenue) yang fantastis, mencapai USD 32 juta dollar. Angka ini didapatkan berkat kenaikan produksi minyak yang berkelanjutan, efisiensi operasional yang tinggi, dan keandalan sistem pompa.
Keberhasilan implementasi TTESP mendapat apresiasi penuh dari SKK Migas dan telah diakui dalam berbagai ajang inovasi bergengsi. Sejak 2023 hingga 2025, inovasi ini telah menyabet lebih dari tujuh penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk UIIA Subholding Upstream Pertamina, APQA Pertamina, nominasi Penghargaan Efisiensi Energi Nasional ESDM, bahkan meraih Jury Prize dari China Association of Invention pada tahun 2025.
Inovasi TTESP menegaskan posisi PHSS sebagai perusahaan adaptif yang berkomitmen penuh terhadap peningkatan ketahanan energi nasional. Penerapan teknologi tepat guna seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan lapangan mature lainnya, guna mendukung ambisi pemerintah mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada tahun 2029 atau 2030.
PHSS melalui inovasi berkelanjutan seperti TTESP, terus membuktikan perannya sebagai pelaku industri migas yang kompetitif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).[rea]






