Ringkasan Berita:
- Revitalisasi SDN Kendangsari 4 Surabaya melalui program Bantuan Presiden (Banpres) menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak bagi siswa.
- Pada 2025, sekolah memiliki 11 rombongan belajar, tetapi hanya tersedia tujuh ruang kelas sehingga empat rombel belum memiliki ruang belajar sendiri.
- Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso memberikan bantuan AC dan menyatakan siap mendukung peralatan olahraga sekolah.
- Cahyo mendorong pemerataan kualitas pendidikan, termasuk penguatan perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Surabaya (beritajatim.com) – Revitalisasi SDN Kendangsari 4 Surabaya melalui program Bantuan Presiden (Banpres) menghadirkan ruang belajar yang lebih layak bagi siswa. Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mengatasi keterbatasan ruang kelas, tetapi juga mendukung pemerataan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta aman.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengapresiasi revitalisasi sekolah tersebut saat melakukan peninjauan pada Kamis (22/10/2026). Menurutnya, fasilitas pendidikan harus mendukung proses belajar sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi.
“Ruang kelas bukan hanya sekadar bangunan untuk berlangsungnya proses pendidikan, tetapi harus menjadi ruang inovasi, kreativitas, dan bermain bagi anak-anak. Karena itu, kenyamanan dan keamanan sangat penting diwujudkan, dan ini salah satu bentuk implementasinya,” ujar Cahyo seusai meninjau program revitalisasi sekolah melalui Bantuan Presiden (Banpres) di SDN Kendangsari 4.
Bantuan revitalisasi tersebut menjawab persoalan keterbatasan ruang belajar yang dialami SDN Kendangsari 4. Pada 2025, sekolah itu memiliki 11 rombongan belajar (rombel), tetapi hanya tersedia tujuh ruang kelas. Kondisi tersebut membuat empat rombel belum memiliki ruang belajar sendiri.
Cahyo menyebut SDN Kendangsari 4 menjadi salah satu penerima manfaat program revitalisasi yang, berdasarkan data yang disampaikannya, telah memperbaiki lebih dari 71 ribu sekolah secara nasional. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat agar manfaatnya dirasakan oleh generasi siswa berikutnya.
“Kami sudah berpesan kepada kepala sekolah dan seluruh jajaran agar bangunan ini dijaga kebersihan serta dirawat. Harapannya, fasilitas ini bisa terus dimanfaatkan oleh adik-adik kelas mereka,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.
Selain meninjau ruang kelas, Cahyo memberikan bantuan pendingin ruangan atau AC untuk menunjang kenyamanan siswa kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Ia juga menyatakan siap membantu penyediaan peralatan penunjang olahraga setelah mengetahui sekolah tersebut memiliki sejumlah prestasi, termasuk di bidang futsal.
“Kami menyumbang AC agar anak-anak semakin fokus dan semangat belajar. Saya juga mendengar sekolah ini punya banyak prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Itu harus kita dukung agar mereka makin berprestasi dan membanggakan orang tua,” ujarnya.
Cahyo mengatakan, berdasarkan pemantauannya, terdapat 15 sekolah di Surabaya yang telah terealisasi dalam program revitalisasi sepanjang 2026. Ia mengaku belum mengetahui jumlah sekolah yang akan menerima bantuan pada tahun depan, tetapi berharap program tersebut dapat diperluas sesuai kebutuhan.
Menurutnya, Surabaya memiliki kondisi fiskal dan infrastruktur pendidikan yang relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain. Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) perlu terus diperkuat agar kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah dapat diperkecil.
“Kalau kita membiarkan kesenjangan pendidikan terus terjadi, sama saja kita membiarkan kesenjangan ekonomi tumbuh di masyarakat. Pendidikan yang baik akan melahirkan SDM berkualitas, dan SDM berkualitas akan mendorong kesejahteraan ekonomi,” kata Cahyo.
Sementara itu, Kepala SDN Kendangsari 4 Surabaya, Shofy Alfu Khasanah, mengapresiasi bantuan revitalisasi yang dinilai menjawab keterbatasan ruang kelas di sekolahnya. Ia berharap fasilitas baru tersebut membuat siswa semakin nyaman belajar dan memperoleh sarana pendidikan yang layak.
“Terima kasih atas bantuan program revitalisasi ini dan bantuan AC dari Pak Cahyo. Alhamdulillah, aspirasi kami terealisasi sehingga anak-anak bisa merasakan fasilitas yang lebih baik dan tidak kalah dengan sekolah swasta,” ujar Shofy. [asg/beq]






