Pasuruan (beritajatim.com) – Anggaran yang minim untuk revitalisasi Alun-alun Bangil tahun ini, membuat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengusulkan pengalihan fokus ke ruang terbuka hijau (RTH) lain, yaitu Urban Forest Kalirejo.
Menurut Rusdi, dana Rp800 juta yang dianggarkan untuk Alun-alun Bangil dirasa tak cukup menghasilkan perubahan signifikan. Ia yakin, nominal tersebut lebih optimal dialokasikan untuk revitalisasi Urban Forest Kalirejo. “Dengan anggaran yang sama, revitalisasi Urban Forest Kalirejo akan lebih terlihat hasilnya,” ujar Rusdi.
Ia membayangkan, anggaran tersebut bisa digunakan untuk mempercantik wajah hutan kota, menambah sarana prasarana dan fasilitas pengunjung, seperti lampu taman, jogging track, dan playground. “Sehingga menjadi fasilitas publik yang nyaman untuk rekreasi keluarga,” bebernya.
Sementara sisa anggaran, diusulkan Rusdi, untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) revitalisasi total Alun-alun Bangil. “Sehingga ada perencanaan matang dan kepastian anggaran di jangka panjang,” kata legislator Partai Gerindra tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, membenarkan minimnya anggaran menjadi alasan revitalisasi Alun-alun Bangil dilakukan bertahap. “Perhitungan kami, butuh anggaran Rp9 miliar untuk revitalisasi total, sedangkan tahun ini baru dapat Rp800 juta,” kata Ghony.
Meski demikian, Ghony merespons positif usulan Rusdi terkait Urban Forest Kalirejo. Ia menyebut, pembahasan P-APBD masih bisa menjadi momentum untuk mengajukan revitalisasi hutan kota tersebut. “Sepanjang tujuannya sama-sama untuk menata ibu kota, saya rasa itu cukup rasional untuk diusulkan,” terang dia. (ada/kun)






