Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC angkat bicara menyikapi soal tuntutan suporter Madura Bersatu yang berunjukrasa ke Kantor Pojur, Jl Raya Panglegur Nomor 10 KM 1 Tlanakan, Minggu (7/11/2021).
Dalam aksi tersebut, suporter Madura Bersatu menuntut Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan dan Asisten Pelatih, Rasiman mundur dari jabatan sebagai juru taktik Laskar Sape Kerrab. Hal itu tidak lepas dari hasil minor yang didapat hingga Seri 2 BRI Liga 1 berlangsung.
Bahkan dari 11 laga yang dijalani, Fachruddin Aryanto hanya mampu meraih 11 poin dari total 33 poin maksimal, serta membuat mereka tercecer di posisi 13 klasemen sementara. Hal itu tidak lepas dari 2 kali kemenangan, 5 kali imbang dan 4 kali menelan kekalahan.
“Memang dari beberapa laga sebelumnya, yakni pada laga keempat, kami manajemen mendapat masukan dari beberapa tokoh bola termasuk dari kalangan suporter. Hari ini adalah klimaks dan puncak kekesalan suporter,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Madura-Bersatu”]
Namun hingga saat ini, pihaknya juga belum mendapatkan pandangan seputar sosok tepat seperti yang diminta suporter. “Sebetulnya hingga saat ini kami masih belum menemukan calon pengganti dan sedang mengikuti alur sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
“Tapi yang pasti, apapun yang disampaikan suporter tetap akan kita atasi dan kami anggap sebagai bentuk dukungan demi menyelamatkan klub (Madura United) ini,” sambung pria yang akrab disapa Habib Zia.
Hanya saja pihaknya memastikan pelatih yang tepat menangani tim merupakan sosok yang mampu menjalankan karakter dan filosofi tim. “Bagi kami, siapapun pelatih nanti kita harapkan mau dan mampu membawa Maduea United bermain sesuai dengan filosofi permainan Madura, sekalipun kita kalah tapi harus kalah secara terhormat,” jelasnya.
“Dari itu, kami akan kembali membahas dan mendiskusikan bersama jajaran direksi, mungkin Senin kita akan melakukan diskusi pertama, baru setelah itu kita akan memutuskan langkah selanjutnya. Tapi hal ini kita jadikan sebagai agenda, paling tidak sebelum musim kedua,” pungkasnya. [pin/kun]






