Ponorogo (beritajatim.com) – Terobosan dan inovasi terus dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo. Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, nampaknya dipegang teguh oleh rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo ini. Beberapa fasilitas kesehatan yang penting, baru saja diluncurkan di rumah sakit yang berada di Jalan Ponorogo-Pacitan masuk Kelurahan Pakunden tersebut. Mulai dari gedung IGD terpadu, Cathlab, instalasi Hemodialisa, serta perkantoran dan gudang.
Apresiasi pun diberikan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko terhadap kinerja dari RSUD dr. Harjono Ponorogo. Hal itu Ia ungkapkan dalam peresmian fasilitas-fasilitas baru tersebut. Ini bentuk upaya dari rumah sakit plat merah itu, untuk terus berbenah. Selain itu juga melakukan upgrading, baik itu pembangunan fisik maupun non fisik.
“Saya mengapresiasi langkah RSUD dr. Harjono yang terus berbenah, selalu upgrading melalui pembangunan baik fisik maupun non fisik,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (08/08/2024).
Sugiri Sancoko juga memberikan perhatian khusus pada fasilitas Cathlab, yang merupakan ruang tindakan untuk kateterisasi jantung. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat Ponorogo mendapatkan diagnosis dan perawatan jantung tanpa perlu ke rumah sakit yang berada di luar daerah.
“Jadi masyarakat tidak perlu harus keluar daerah. Di RSUD dr. Harjono Ponorogo sudah ada, sudah lengkap, dan ditangani oleh dokter-dokter hebat,” katanya.
Gedung IGD terpadu yang baru, memiliki tempat yang cukup luas. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya kini juga dilengkapi dengan ruang tindakan, ruang diagnosa, serta laboratorium. Pun yang didukung oleh peralatan-peralatan yang canggih.
“Jadi jika ada kegawatdaruratan, langsung bisa tertangani dengan baik,” pungkas Bupati Sugiri.
Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Yunus Mahatma, menyatakan bahwa Cathlab yang baru diresmikan ini adalah yang terbesar di Indonesia untuk tingkat kabupaten. Tidak hanya itu, Yunus menjelaskan bahwa RSUD dr. Harjono adalah salah satu dari 4 rumah sakit di Jawa Timur yang memiliki lisensi dari Departemen Kesehatan Indonesia untuk melakukan tindakan CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) atau cuci darah melalui perut.
“Jadi tidak harus di rumah sakit, cuci darah bisa dilakukan di rumah melalui CAPD. Di wilayah Provinsi Jawa Timur hanya ada 4 yang sudah terlisensi termasuk RSUD dr. Harjono,” jelasnya. (adv/end/ian)






