Surabaya (beritajatim.com) – Jika Cristiano Ronaldo masih tetap mencetak rekor di usia 36 tahun, maka Mario Mandzukic memilih untuk gantung sepatu di usia 35 tahun. Ya, penyerang jangkung asal Kroasia ini memutuskan pensiun sebagai pemain sepakbola profesional. Mandzukic bertatus bebas agen, setelah kontrak jangka pendeknya bersama AC Milan berakhir musim ini.
Ia bukan tanpa peminat, beberapa klub sudah mencoba mendapatkan jasa striker yang pernah bermain untuk Bayern Munchen ini. Namun, Mandzukic lebih memilih pensiun. Musim terakhirnya bersama AC Milan pun berjalan kurang baik. Menyusul penampilan Mandzukic yang sudah tidak bisa kembali ke performa terbaik.
Pada Jumat (4/9/2021) Mandzukic resmi mengumumkan keputusan tersebut melalui akun instagramnya. Mandzukic punya jejak panjang di lapangan hijau. Selama berkarir, ia telah meraih 23 trofi. 261 gol dalam 671 pertandingan bagi klub maupun negara. Lalu, bagaimana perjalanan Mandzukic menjadi pemain sepak bola?
Semua dimulai pada juli 2007, kala itu klub Dinamo Zagreb mengincar jasanya sebagai pengganti Eduardo da Silva. Ditebus dengan mahar 1,3 juta Euro, di klub inilah dia mulai dilirik dunia. Hari yang baik terjadi pada tanggal 4 Oktober 2007, ia begitu mengesankan kala melawan Ajax Amsterdam. Mandzukic berhasil mencetak dua gol cepat pada perpanjangan waktu untuk mengamankan kemenangan tandang dengan skor 2-3 di laga Europa League. Berkat penampilan apiknya bersama Zagreb, 17 November 2007 Mandzukic mendapat kesempatan debut bersama Kroasia.
Musim 2008-2009, Mandžukić menjadi pencetak gol terbanyak liga Kroasia, dengan mengantongi 16 gol dalam 28 pertandingan. Dia juga mencetak tiga gol di Piala UEFA pada musim ini. Perjalan Super Mario, julukan Mandzukic, semakin moncer pada 2010 ketika ia bergabung Vfl Wolfsburg dengan harga sekitar 7 juta Euro.
Paruh pertama musim, ia bermain sebagai pemain sayap kiri, tetapi ketika Džeko pergi ke City pada Januari 2011, Mandžukić pindah ke posisi penyerang utama. Di musim kedua Mandzukic menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan 12 gol. Penampilan impresifnya membela Wolfsburg hingga tahun 2012, membuatnya diminati raksasa Jerman, Bayern Munchen.
Di musim pertama membela Bayern, Mandzukic mencetak 15 gol dalam 24 pertandingan di Bundesliga. Bahkan, pada final liga Champion melawan Dortmund ia mencetak gol untuk memimpin 1-0 (Bayern menang 2-1), menjadikannya orang Kroasia pertama yang mencetak gol di final UEFA Champion League.
Musim 2013/14, Mario alami penurunan performa. Ia mengalami masalah untuk menyesuaikan diri dengan gaya bermain manajer anyar Bayern kala itu, Guardiola. Dia membuka musim baru di Bundesliga dengan mencetak dua gol dalam dua penampilan di liga. Meski menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan 26 gol, Mandžukić menyatakan ingin meninggalkan Bayern.
Mandzukic akhirnya pindah ke tanah Italia, Juventus. Prestasi Mandzukic di Juventus, kala mencetak gol penyeimbang lewat tendangan overhead di menit ke-27 meski Juventus akhirnya harus akui keunggulan Real Madrid dengan skor 4-1 gol itu kemudian memenangkan penghargaan UEFA Goal of the Season tahun 2016–17.
Mandzukic tergabung dalam skuad kuda hitam Kroasia pada piala dunia 2018 Dia juga mencetak gol paling penting Kroasia dalam sejarah Piala Dunia 2018, saat melawan Inggris di perpanjangan waktu untuk kemenangan 2-1, yang akhirnya membawa Kroasia ke final.
Pada final Kroasia ditantang Prancis, ia mencetak gol kedua Kroasia saat mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan kesalahan Lloris, meski akhirnya Kroasia harus akui keunggulan lawan dengan skor 4-2, Mandzukic tetap layak dianggap legenda negara tersebut. Itulah kisah dari pemain yang sempat kurang mendapat lirikan di masa jayanya. (dan/tur)






