Jombang (beritajatim.com) – Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang menjadi buruan pemancing.
Ikan patin memiliki bentuk tubuh memanjang, berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiruan. Ikan patin tidak ada sisik, kepala ikan patin relatif kecil dengan mulut terletak di ujung kepala agak ke bawah.
Hal ini merupakan ciri utama golongan catfish. Panjang tubuhnya dapat mencapai 120 cm. Jika dilihat dari bentuk mulut ikan patin yang letaknya sedikit agak ke bawah, maka ikan patin termasuk ikan yang hidup di dasar perairan.
Patin dikenal sebagai hewan yang bersifat nokturnal, yakni melakukan aktivitas atau yang aktif pada malam hari. Ikan patin termasuk golongan omnivora atau golongan ikan pemakan segala di habitat aslinya. Berbeda dengan ikan patin budidaya yang telah diberi pakan alami seperti ikan ikan kecil, cacing, biji-bijian dan moluska, sert pakan buatan berbentuk pellet.
Pemancing senior asal Jombang Kausar MD memberikan tips jitu untuk memancing ikan patin di kolam harian dan lomba. “Racikannya pellet 781- 1, pellet PF 1000 yang telah dihaluskan atau digiling. Lalu disangrai,” kata Kausar, Selasa (1/3/2022).
Biasanya, lanjut Kausar, pemancing menambahkan essense sebagai penguat aroma umpan supaya cepat dimakan ikan patin. Tiap pemancing memiliki essense andalan yang diyakininya bisa mendapatkan hasil maksimal. “Juga tepung aci yang dicampur essense dengan cara ditaruh di kantong plastik direbus dengan dibolak-balik beberapa menit sampai membentuk gel atau yang biasa disebut acian,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kolam-pancing”]
Tapi terkadang pemancing tidak mau ribet dengan umpan bikinan sendiri yang terkadang belum bisa menghasilkan target ikan maksimal. Lalu membeli umpan jadi yang siap pakai. “Disini saya menganjurkan produk umpan jadi siap pakai yaitu “Radja Pellet”. Ini salah satu pilihan produk terbaik yang terbuat dari bahan bahan bernutrisi tinggi dengan kandungan protein 45 persen .
“Mengandung amino acid bossted dan consentrate atracttant. Mempunyai ciri khas aroma kuat yang sangat disukai oleh ikan patin dan sejenis ikan air tawar lainnya, termasuk ikan mas, mujaer/nila, gurami, lele, bawal dll,” lanjutnya.
Dengan kandungan protein tinggi, sehingga pemancing bisa mengaplikasikannya dengan pemakaian sssense/aroma dan umpan tidak akan drop. Radja Pellet, lanjut Kausar, juga dikemas dengan pengemasan modern full alumunium foil.
“Jadi pemancing tidak usah takut mengenai kerusakan dan ketahanan isi kandungan nutrisi umpan pada kemasan “Radja Pellet”. Umpan ini bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko pancing.dengan harga yang sangat terjangkau. Murah dan praktis tinggal seduh sama air sampai lembut. Siap lempar,” katanya.
Mengingat kebiasaan ikan patin yang mencari makan di dasar kolam. Ikan patin makan umpan dengan cara yang sangat halus yakni pelet akan disundul-sundul dengan mulutnya. Kemudian dibawa pergi agak jauh, baru kemudian umpan ditelan. “Jadi kita harus membuat umpan yang sangat lembut. Apabila kalian terburu-buru menghentakan joran saat senar baru menegang biasanya sering zonk,” urainya.
Bagi yang suka teknik glosor, kata Kausar, umpan bisa diketahui senar kita ditarik sangat cepat yang terkadang membuat joran jatuh ke kolam. “Dan ada juga teknik pelampung, ditandai dengan gerakan halus lalu hilang. Pemancing harus selalu waspada supaya tidak zonk,” pungkasnya. [suf]







