Surabaya (beritajatim.com) – Usai viral video kelompok pemuda mengayunkan celurit di Jalan Merr (dekat Universitas Dinamika), Kamis (17/02/2022) lalu, Suporter Persebaya, Bonek Mania mengamankan dua orang yang diduga menjadi tokoh dalam video yang mendapatkan perhatian Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.
Kabar pengamanan dua orang tersebut beredar viral lewat 2 video berdurasi 58 detik dan 24 detik yang diunggah di platform media facebook dan instagram. Informasi yang dihimpun Beritajatim.com, kedua pemuda tersebut diamankan di daerah Jl Bratang, Kamis (17/2/2022) malam.
“Tadi malam aku dihubungi teman-teman. Satu orang itu anak Bratang. Terus dikeler, yang satunya lagi ketangkap itu anak Rangkah tapi perantauan dari Malang,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”viral”]
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol M Fakih menjelaskan, hingga kini belum ada laporan dari korban. Tetapi, pihaknya bekerjasama dengan Polsek Sukolilo dan Polsek Rungkut terus melakukan operasi dengan menempatkan petugas di beberapa titik di Jalan Merr.
“Belum ada penyerahan, kami sudah bekerjasama dengan Polsek Sukolilo dan Polsek Rungkut untuk terus meningkatkan patroli di Jalan Merr itu untuk kenyamanan dan keamanan warga Kota Surabaya,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video sekelompok anak muda mengayunkan celurit dan menakuti pengguna jalan yang melintas, viral di sosial media instagram. Dari keterangan caption yang dibuat, diduga video tersebut diambil di Jalan Merr dekat Universitas Dinamika.
Video yang diupload oleh akun instagram @persebayasampekkiamat pada Kamis, (17/02/2022) tersebut dibanjiri oleh komentar netizen yang mengecam aksi premanisme yang dilakukan beberapa pemuda. Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan mengaku sudah memetakan titik rawan di Surabaya dan mengidentifikasi pelaku serta kelompok yang melakukan. (ang/kun)






