Gresik (beritajatim.com) – Cagar budaya Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik dalam waktu dekat segera direnovasi dengan menelan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar. Nantinya, gedung ini dijadikan pusat kegiatan seni dan informasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, perbaikan gedung itu tidak mengubah konsep bangunan. Bentuk dan coraknya pun masih sama seperti kondisi sekarang.
Gunawan menjelaskan, bangunan GNI itu terlihat masih cukup bagus dibandingkan gedung tua lainnya. Hanya saja, gedung yang berdiri tahun 1960-an itu terdapat kerusakan dan butuh perbaikan di sejumlah titik
Untuk renovasinya paling banyak dilakukan di bagian dalam. Terutama perbaikan atap yang sudah lapuk hingga genteng yang akan diganti baru. Tapi untuk modelnya tetap sama. “Yang direnovasi diupayakan modelnya sama. Sebab, GNI termasuk bangunan cagar budaya,” ujar Gunawan, Selasa (10/8/2021).
Selain memperbaiki bangunan yang rusak, barang-barang yang ada di GNI juga dihilangkan. Sebab, tidak termasuk dalam cagar budaya. “Pengerjaan tidak banyak, tapi harus hati-hati. Untuk targetnya tahun ini sudah selesai,” ungkap Gunawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik AH. Sinaga menuturkan, setelah proyek selesai nanti, GNI akan dimanfaatkan untuk dua jenis kegiatan. Di lantai satu jadi pusat kegiatan seni dan dibuka secara umum. “Seniman-seniman di Gresik bisa memanfaatkan gedung tersebut,” tuturnya.
Secara terpisah, Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Khairil Anwar mengatakan, pihaknya menekankan kemajuan kebudayaan daerah sebagaimana terlampir di beberapa regulasi.
“Ada UU 11/2010 tentang Cagar Budaya, UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayan, UU 24/2019 tentang Ekonomi Kreatif, Perda Kabupaten Gresik 8/2019 tentang Cagar Budaya, dan Perda Kabupaten Gresik 9/2019 tentang Pemajuan Kebudayan Daerah,” paparnya. [dny/suf]






