Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) memastikan program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat akan segera dilaksanakan. Sebanyak 400 unit rumah telah dialokasikan dan saat ini memasuki tahap verifikasi akhir.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Blitar, Nanang Adi Putranto mengungkapkan bahwa seluruh daftar penerima bantuan telah ditentukan berdasarkan usulan dari tingkat desa. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan survei untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Total ada 400 unit. Usulan dari desa sudah masuk semua (N-1), dan sekarang prosesnya sudah siap untuk dilaksanakan,” ujar Nanang pada Senin (4/5/2026).
Nanang menjelaskan bahwa hunian yang dibangun harus memenuhi standar nasional Rumah Layak Huni yang mencakup tiga aspek esensial: keamanan struktur, kenyamanan luasan, dan kesehatan lingkungan.
Secara struktur, bangunan harus dipastikan kokoh sehingga aman bagi penghuninya. Dari sisi kenyamanan, luas bangunan disesuaikan dengan jumlah penghuni, di mana standar minimal adalah 7 hingga 9 meter persegi per orang.
“Idealnya, jika satu keluarga terdiri dari empat orang, maka luas rumah minimal harus 36 meter persegi. Selain itu, faktor kesehatan juga krusial, meliputi sanitasi yang layak, pencahayaan yang cukup, serta sirkulasi udara yang baik,” tambahnya.
Setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta. Nanang merinci bahwa anggaran tersebut dibagi menjadi dua peruntukan: Rp17,5 juta untuk pengadaan material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja atau tukang.
Meski Dinas Perkim juga memiliki agenda pembangunan jalan lingkungan di beberapa titik, Nanang menegaskan bahwa fokus utama serapan anggaran tahun ini tetap diprioritaskan pada sektor perumahan.
Terkait isu kebencanaan, Nanang mengklarifikasi bahwa program yang dijalankan saat ini bukanlah Hunian Sementara (Huntara), melainkan Hunian Tetap (Huntap). Hal ini bertujuan agar masyarakat terdampak atau masyarakat berpenghasilan rendah memiliki kepastian tempat tinggal dalam jangka panjang.
“Pusat fokus kami adalah rumah, dan ini sifatnya Hunian Tetap, bukan sementara,” pungkasnya. [owi/aje]






