Jakarta (beritajatim.com) — Upaya Indonesia membangun Kampung Haji di Makkah memasuki babak yang semakin menegangkan.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengonfirmasi bahwa mereka kini bersaing ketat dengan 90 perusahaan lain dalam perebutan lahan strategis di Arab Saudi.
Mengutip website HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji), Rabu (3/12/2025), CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan pemerintah Arab Saudi menawarkan delapan lokasi yang bisa dipilih untuk pembangunan kawasan yang nantinya diperuntukkan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Setelah melewati penilaian, Danantara menetapkan pilihannya pada lahan di kawasan Jabal Hindawiyah. Menurut Rosan, pilihan itu bukan tanpa alasan.
“Kita lihat, dari 8 plot itu, kita pilih yang nomor 6. Ternyata nomor 6 plot ini yang paling favorit karena itu lahannya sudah relatif rata, flat, dan relatif agak kosong. Karena yang lain tanahnya berbatu, untuk mecahin batunya rata-rata 3-4 tahun,” ujarnya dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Proposal penawaran sudah dikirim sejak akhir Oktober 2025. Bukan hanya berisi nilai investasi, Danantara juga melampirkan konsep perencanaan dan desain lengkap pembangunan Kampung Haji Indonesia.
Rosan menyebut persaingan sangat ketat. Namun kabar terbaru membuat Indonesia semakin optimistis.
“Plot yang kita ikut bidding (lahan) nomor 6, daerah Eastern Hindawiyah itu ada 90 bidder yang ikut. Infonya kemarin, kita sudah (masuk) tiga besar (bidder yang berpeluang terpilih). Jadi mohon doa restunya, mohon doanya, insya Allah semoga kita bisa mendapatkan lahan itu,” kata Rosan.
Keputusan pemenang tender disebut akan diumumkan pertengahan Desember 2025. Rosan sendiri dijadwalkan kembali ke Arab Saudi untuk mengikuti agenda lanjutan.
“Jadi, pertengahan bulan ini saya rencana akan ke sana lagi. Jadi, mari kita doakan. Semoga harapan dari berdirinya Kampung Haji Indonesia ini bisa berjalan dan bisa kita laksanakan ke depannya,” lanjutnya.
Proyek Kampung Haji ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan layanan bagi jutaan jamaah Indonesia. Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengatakan kawasan terpadu tersebut dapat memberi kenyamanan dan layanan yang lebih baik bagi jamaah.
“Karena (jemaah) umrah setiap tahunnya dari Indonesia itu rata-rata 2 juta orang. (Jemaah) haji kurang lebih 200 sampai 220 ribu orang. Jadi, itulah yang akan kita prioritaskan untuk mendapatkan layanan yang lebih baik dalam rangka menjalankan ibadah haji dan umrah,” katanya.
Sebelumnya, CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup lahan seluas 80 hektare dan tengah bersaing dalam tender dengan 90 pihak lain. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan jamaah sekaligus etalase produk dan bisnis Indonesia di pasar global.
Danantara juga sedang membuka peluang kerja sama B to B dengan pemilik aset di sekitar area rencana Kampung Haji guna mengantisipasi kebutuhan usaha dan pengunjung dalam skala besar.
Langkah ini beriringan dengan program Arab Saudi yang menargetkan peningkatan kapasitas jamaah haji dan umrah, termasuk dari Indonesia, dalam lima tahun ke depan. [air]






