Ringkasan Berita:
- Seorang remaja di Surabaya menjadi korban pengeroyokan diduga karena masalah perempuan.
- Korban mengaku dipancing melalui pesan Instagram sebelum kejadian.
- Pengeroyokan terjadi di kawasan Mayjen Jonosewojo dekat McD Graha Family.
- Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.
Surabaya (beritajatim.com) – Seorang remaja berinisial DD menjadi korban pengeroyokan yang diduga dipicu persoalan perempuan di kawasan Wiyung, Surabaya. Insiden tersebut terjadi setelah korban mendapat pesan melalui Instagram dari seorang perempuan berinisial NS.
Akibat kejadian itu, korban telah melaporkan kasus pengeroyokan tersebut ke Polrestabes Surabaya dan menjalani visum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal mula kejadian bermula saat korban menerima pesan Instagram dari NS. Dalam pesan itu, NS mengaku ada sekelompok pria yang menantang DD untuk berkelahi.
“Pesan yang saya dapat itu tidak saya hiraukan. Saya hanya anggap bercanda saja,” kata DD, Sabtu (16/5/2026).
Korban mengaku awalnya tidak berniat mencari keributan ataupun menanggapi tantangan dari pria berinisial AA. Namun, menurutnya, AA bersama sejumlah rekannya terus melakukan provokasi.
DD kemudian mendatangi lokasi pertemuan di pinggir Jalan Mayjen Jonosewojo, dekat McD Graha Family, Surabaya. Namun sesampainya di lokasi, korban justru mengaku langsung menjadi sasaran pengeroyokan.
“Saya lantas mendatangi mereka di pinggir jalan Mayjen Jonosewojo dekat Mcd Graha Family. Namun saya malah dikeroyok oleh AA dan rekan-rekannya,” jelasnya.
Saat pengeroyokan terjadi, korban mengaku mendapat intimidasi dan teriakan dari sejumlah pelaku lainnya. Ia menyebut AA menjadi orang yang paling banyak melakukan pemukulan sebelum akhirnya kejadian berhasil dilerai oleh dua petugas keamanan.
“Setelah itu saya lapor ke Polrestabes Surabaya. Sudah menjalani visum juga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut belum memberikan respons. [ang/beq]





