Blitar (beritajatim.com) – Para pedagang di Pasar Ikan Hias Kota Blitar sedang cemas. Ini lantaran kios mereka segera diratakan namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai tempat relokasi.
Pedagang yang terdampak revitalisasi Pasar Ikan Hias Kota Blitar diminta membangun sendiri kios sementaranya. Para pedagang pun terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membangun kios sementara agar tetap bisa berjualan.
“Kalau awal dulu katanya akan dibangunkan tempat sementara tapi ternyata di sosialisasi terakhir kemarin itu tidak ada. Otomatis kami membangun sendiri kios sementara tersebut,” kata Robi, pedagang Pasar Ikan Hias Kota Blitar, Rabu (21/02/24).
Pemerintah Kota Blitar sendiri memang berencana untuk merevitalisasi Pasar Ikan Hias Kota Blitar. Sejumlah kios pedagang pun akan diratakan, sebelum dilakukan pembangunan ulang.
Jika sesuai rencana, kios pedagang ini akan dirobohkan dan diratakan antara bulan Maret atau April 2024 ini. Total ada 3 kios pedagang dan 1 kantin yang bakal dirobohkan dalam 1 bulan ke depan.
“Ya mau nggak mau, pasti keluar uang pribadi untuk membangun kios sementara agar tetap bisa berjualan,” ucapnya.
Pemerintah Kota Blitar sendiri telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk menata kembali Pasar Ikan Hias. Nantinya, 3 Kios pedagang yang berada di sisi selatan Pasar Ikan Hias akan dirobohkan untuk dibangun pintu masuk dan keluar.
Sementara bangunan kantin yang berada di tengah Pasar Ikan Hias juga akan ikut dirobohkan. Nantinya lokasi ini akan dijadikan parkiran bus wisatawan Masjid Ar-Rahman Kota Blitar.
Semua kios dan kantin yang dirobohkan tersebut rencananya akan dibangun kembali di bagian belakang Pasar Ikan Hias. Kondisi ini tentu menjadi pukulan bagi para pedagang.
“Tapi ya sudah ngikut saja kami ini, kami hanya rakyat kecil kok,” sedihnya.
Jika sesuai rencana, maka Pasar Ikan Hias Kota Blitar akan kehilangan fungsinya. Meski pedagang tetap diberikan ruang, namun Pasar Ikan Hias justru bakal menjadi parkiran untuk bus wisatawan.
Pemerintah Kota Blitar tentu berharap dengan adanya parkiran bus di area dalam Pasar Ikan Hias maka omzet pedagang juga bakal naik. Namun apakah Pemkot Blitar tahu bahwa selama ini jarang sekali ada wisatawan Ar-Rahman yang membeli ikan hias maupun mampir di kantin.
Konsumen terbanyak dari Pasar Ikan Hias ini masih didominasi warga lokal. Lantas kenapa Pemerintah Kota Blitar ngotot merevitalisasi pasar Ikan Hias menjadi parkiran bus. Jawabannya tentu hanya Pemkot Blitar yang tahu.
Yang jelas pembangunan Pasar Ikan Hias sudah masuk dalam proyek strategis Kota Blitar pada 2024 .
Pemkot Blitar juga telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk pengawasan pembangunan proyek strategis Kota Blitar 2024.
“Untuk percepatan proyek strategis serta meminimalisir tindakan penyelewengan, maka perlu dilakukan nota kesepakatan antara pemerintah bersama kepolisian dan kejaksaan,” kata Wali Kota Blitar, Santoso. [owi/beq]






