Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan relawan lingkungan Banyuwangi yang di dalamnya terdiri dari EcoRanger melakukan kegiatan clean up day di Pantai Gumuk Kancil, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Mereka melakukan aksi memungut sampah di sekitar pantai di Banyuwangi Selatan tersebut.
Satu persatu sampah diambil untuk memberi kesan bersih di daerah sekitar pantai. Mereka berpencar dalam kelompok yang terpisah-pisah. Setiap kelompok membawa kantong plastik besar untuk menampung sampah yang dipungut oleh relawan.
Tak hanya itu, tampak Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah turut ikut dalam aksi membersihkan sampah di kawasan tersebut. Banyuwangi Clean Up Day merupakan bagian dari program EcoRanger yakni ‘Osing Nyampah Less Waste Village’ yang diinisiasi Greeneration Foundation bersama Emvitrust Indonesia.
“Sejak Maret kami sudah mengolah 80 ton sampah. Hari ini, dalam waktu kurang lebih dua jam, para peserta berhasil mengumpulkan sekitar 500 kg sampah anorganik dari area pantai,” kata Project Leader Greeneration Foundation, Almira.
BACA JUGA:
Unesa Dampingi Guru SD Inklusif Banyuwangi dalam Pemanfaaatan Pustakanesa
Sampah anorganik, khususnya sampah plastik, mendominasi dibanding sampah jenis lain. Sampah-sampah itu akan diangkut ke tempat pengelolaan untuk didaur ulang.
Almira mengatakan, Program EcoRanger bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Banyuwangi. Warga didorong agar mampu mengimplementasikan pola pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungannya masing-masing.
“Selain bersih-bersih pantai, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang benar,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah mengapresiasi aksi relawan EcoRanger. Pemkab Banyuwangi, kata dia, selalu mendukung berbagai upaya untuk menjaga kebersihan dan keindahan Banyuwangi.
BACA JUGA:
Gotong Royong Jadi Cara Turunkan Angka Stunting di Banyuwangi
“Ini merupakan salah satu bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menangani permasalahan sampah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi warga Banyuwangi yang lain untuk sama-sama berpikir tentang Bijak Bersampah,” ujar Sugirah.
Sugirah menjelaskan pemkab terus mendorong pengelolaan sampah dari level rumah tangga.
“Pemkab juga didukung pemerintah Norwegia untuk melakukan pendampingan ke warga tentang pengelolaan sampah, sekaligus juga bekerja sama membangun tempat pengelolaan sampah terpadu 3R,” kata Sugirah.
“Sejumlah aktivitas pengelolaan sampah mandiri, swadaya masyarakat juga sudah mulai bermunculan,” tutupnya. [rin/beq]






