Jember (beritajatim.com) – Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Timur akan mengagendakan program penggantian rel dan wesel untuk menambah kecepatan kereta api di wilayah PT Kereta Api Daerah Operasi IX Jember.
Penggantian rel lama dengan rel yang lebih baru dan besar (R54) menjadi prioritas. “Dengan demikian kerata api tidak lagi mengalami pembatasan kecepatan,” katanya Vecga Septian dari Humas BTP, Senin (28/6/2021).
Menurut Vecga, tim dari BTP Jatim akan membentuk tim yang turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan PT KAI Daop 9. “Dengan begitu nantinya dapat bersama-sama membantu mencapai target kami,” katanya.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Timur Mohamad Zulkarnain sempat menyampaikan, revitalisasi ini dapat meningkatkan kecepatan KA yang melewati Daop 9 Jember, dari 60-70 kilometer per jam menjadi di atas 90 kilometer per jam. Alat komunikasi akan digantikan alat komunikasi yang menggunakan Fiber Optic (FO).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kereta-api”]
Demikian hasil dari inspeksi di sepanjang area operasi Daop 9 Jember, yaitu jalur KA antara Surabaya – Banyuwangi lintas rel Bangil – Ketapang, 9-11 Juni 2021 lalu. Inspeksi ini merupakan kegiatan pemeriksaan terhadap prasarana perkeretaapian dengan menggunakan kereta lori. Tujuannya selain untuk mengetahui kondisi lintas rel di area Daop 9, juga untuk mengetahui permasalahan-permasalahan dan memetakan kondisi rawan di sepanjang lintas tersebut.
Inspeksi ini dihadiri langsung Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Timur Mohamad Zulkarnain bersama dengan VP Daop 9 Broer Rizal dan para manajer. Sejumlah stasiun yang diinspeksi adalah Stasiun Pasuruan, Stasiun Rejoso, dan Stasiun Randuagung Lumajang. Selain itu ada pemeriksaan beberapa titik perlintasan sebidang dan bangunan hikmat berupa Jembatan BH374 di Bayeman dan Terowongan Mrawan.
BTP Jatim dan PT KAI Daop 9 Jember memeriksa seluruh bagian terowongan Mrawan, Jember, sepanjang 695 meter yang dibangun sejak tahun 1901 tersebut. Sebelumnya terowongan ini pernah dipantau Direktorat Prasarana Perkeretaapian dan terus dirawat oleh Direktorat Prasarana Perkeretaapian maupun oleh PT KAI Daop 9 Jember. [wir/ted]






