Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Mohammad Nasih mengumpulkan para caleg alumni Unair. Ada 3 pesan penting yang disampaikan oleh rektor dalam forum dialog dan silaturahmi tersebut.
Poin pertama, Prof Nasih mengingatkan kepada para caleg yang tergabung dalam IKA Unair tersebut agar menghindari politik uang. Praktik politik uang menurutnya harus segera dihentikan. “Kebanyakan politik uang merupakan investasi, tidak menutup kemungkinan pada kemudian hari akan ada money of return,” kata Prof Nasih di Aula Amerta Kampus C Unair, Surabaya, Senin (29/1/2024).
Poin kedua, Prof Nasih meminta agar para caleg tak melakukan tindak pidana korupsi. Pihaknya bahkan tak sungkan juga bakal menarik ijazah, jika para alumni Unair tersebut terbukti melakukan korupsi. “Kalau korupsi, maka ijazahnya akan kami tarik. Jadi, jangan pernah korupsi selama bertugas,” tegasnya.
Terakhir, Prof Nasih berpesan agar para caleg fokus pada pengembangan SDM. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan impian Indonesia Emas 2045. Meski tidak mudah untuk mencapai impian itu, namun salah satu program pengembangan SDM yang dapat terlaksana adalah dengan melalui bidang pendidikan, utamanya pendidikan tinggi.
Prof Nasih berharap, nantinya sebanyak 70 persen lulusan SLTA atau sederajat dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Angka ini menjadi indikator yang ideal untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pun dengan sektor kesehatan. Menurut Prof Nasih, jika pendidikan dan kesehatan dapat berjalan selaras maka produktivitas masyarakat akan meningkat. “Kunci negara maju ada pada kualitas SDM, tanpa SDM yang maju dan unggul mustahil untuk mencapai itu. Mari kita ciptakan masyarakat yang sehat, terdidik, dan terlatih,” pungkasnya. [ipl/kun]






