Malang (beritajatim.com) – Prof Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., akan menahkodai Universitas Islam Malang (Unisma) dalam lima tahun mendatang sejak 2024 hingga 2028. Pelantikan Rektor baru Unisma berlangsung pada Senin (1/6/2024) di gedung pascasarjana lantai 7.
Dalam sambutannya Rektor baru Unisma, Prof Jun mengajak civitas akademika dan semua mitra lebih cepat dari melompat, Unisma akan terbang menuju World Class University. Ke depan ia akan melanjutkan dan meningkatkan capaian yang sudah dilakukan Rektor sebelum, Prof Maskuri.
“Proses mulai dari penjaringan, penyaringan, kemudian pemberian pertimbangan visi misi terlebih dahulu. Kemudian pertimbangan desain, ada fit and proper test dan pertimbangan dari Yayasan dan Alhamdulillah sudah kita semua lalu, hari ini saya dilantik sebagai Rektor Unisma untuk periode 2024-2028,”
Berbekal pengalaman sebagai Wakil Rektor 1 Unisma pada periode sebelumnya, Prof Junaidi optimis Unisma akan menjadi World Class University bukan hanya dengan melompat tetapi terbang. “Dalam artian kecepatannya harus kita tambah kita harus terbang dengan kecepatan yang tinggi,” ujar Prof Jun.
“Tahun 2027 datang dengan kencang sehingga semua energi akan kita pusatkan untuk mengarah ke sana tentu tanpa meninggalkan sisi-sisi lain yang sudah kita capai dan dilaksanakan selama ini,” lanjut pria asal kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tersebut.
Menurutnya, salah satu kriteria untuk World Class University itu adalah jumlah tenaga akademik yang profesional. Dalam artian, produktif dalam menulis jurnal internasional, yang posisi internal itu ditandai dengan kualifikasi jabatan fungsional dosen.
“Semakin banyak jabatan profesor yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi maka semakin banyak semakin tinggi skor penilaiannya dalam perangkingan world class university,” ungkap Rektor Unisma periode 2024-2028 ini.
Prof Jun juga menyebut himbauan dari Prof Dyah Sawitri terkait setiap program studi harus memiliki satu guru besar maka akan menjadi prioritas Unisma. Posisi Unisma saat ini memiliki 22 guru besar sehingga jika di target dada 37, maka berarti akan harus ada penambahan 15 orang.
“Setiap setiap tahun kita usahakan bisa menambahkan 5 orang maka dalam 3 tahun akan akan terselesaikan,” jelas guru besar jebolan Monash University, Melbourne, Australia ini.
Disinggung terkait untuk formasi wakil Rektor ini masih akan berproses jadi dalam satu bulan ke depan akan ada proses penjaringan, penyaringan, pilihan, dan penetapan Wakil Rektor dalam satu bulan ke depan. Hal tersebut, kata Prof Jun, dilaksanakan oleh Yayasan.
Hadir saat acara Pj. Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat. Ia mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof Junaidi sebagai Rektor baru. Tak lupa ia juga mengapresiasi kinerja Prof Maskuri selama 10 tahun memimpin Unisma.

“Menjadi kehormatan bagi saya menjadi saksi atas pergantian jabatan baru di kampus NU ini. Seperti dikatakan mantan rektor dulu adalah melompat, kini di tangan Prof Jun terbang tinggi melayang, Semoga kita terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mensukseskan program pemerintah kota Malang,” ujar Wahyu hidayat.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII (LLDIKTI VII) Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, memberi sejumlah target pada pemimpin baru Unisma. Pertama, ia berharap Unisma agar menambah jumlah guru besar, ditarget sampak total 37 orang guru besar.
“Kedua, prasarana yang ada , kurikulum yang kekinian. Lulus saja tidak cukup dengan kompetensi harus dibangun dengan value attitude yang ada. Harus ada local wisdom, lulus dari Unisma siap kerja dan pencetak kerja. Harus siap menjawab menjawab kebutuhan lulusan,” ujarnya.
Prof Dyah juga berharap Unisma bisa membangun mutu dari mahasiswa dan dosen, prodi, fakultas sampai Universitas. Unisma harus bebas dari 5 anti yang menjadi wujud kementerian.
“IKU perguruan tinggi harus terus dilanjutkan dan mewujudkan generasi Rektor saat ini. Rektor baru bisa melihat IKU sebagai alat ukur dan akselerator untuk penjaminan mutu yang berkontribusi di Indonesia,” tutup ketua LLDIKTI VII, Prof Dyah. (dan/but)






