Surabaya (beritajatim.com) – Prof. Dr. Muhammad Madyan resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Airlangga (Unair) periode 2025–2030, di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Surabaya, Selasa (17/6/2025).
Usai pelantikan, Prof. Madyan menegaskan fokus kerjanya pada isu strategis nasional, salah satunya menekan angka pengangguran terdidik melalui penguatan riset dan kerja sama industri.
“Masih tingginya angka pengangguran terdidik menjadi suatu problem yang harus segera kita cari solusinya bersama. Bagaimana agar pengangguran yang terdidik itu bisa kita minimalkan,” ujar Madyan.
Hilirisasi Riset Jadi Kunci
Dalam program 100 hari kerjanya, Madyan menyusun prioritas pada hilirisasi hasil riset agar berdampak nyata secara ekonomi. Ia menilai, hasil riset perguruan tinggi harus diarahkan ke dunia industri agar mampu menciptakan inovasi dan membuka lapangan kerja baru.
Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini Unair telah mencapai lebih dari 3.200 publikasi per tahun. Hanya saja, kontribusinya pada hilirisasi masih perlu ditingkatkan.
“Kita mengharapkan kerjasama dengan industri. Sehingga, hilirisasi atau hasil penelitian di Universitas Airlangga akan meningkat. Selama ini masih relatif kecil ya, meskipun publikasi kita sudah mencapai 3200 per tahun,” jelasnya.
Target Guru Besar dan Percepatan Kenaikan Pangkat
Prof. Madyan juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah guru besar sebagai pendorong kualitas riset dan pendidikan. Saat ini, Unair memiliki sekitar 18 persen guru besar dari total dosen, atau naik signifikan dari 12 persen pada 2015. “Tahun lalu kita menghasilkan 64 guru besar, dan sebelumnya 72. Target kita sekarang 20 persen,” ujarnya.
Internasionalisasi dan Peringkat Dunia
Selain fokus pada isu domestik, Prof. Madyan tetap menjaga visi global. Ia menyebut bahwa Unair ditargetkan masuk peringkat 200 besar dunia oleh Majelis Wali Amanat. Saat ini, Unair berada di posisi 308 dunia dan tengah menunggu pengumuman pemeringkatan terbaru. [ipl/kun]






