Jombang (beritajatim.com) – RSUD Jombang Jawa Timur membuka rekrutmen relawan tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan Covid-19. Nakes tersebut meliputi lima tenaga dokter umum dan sekitar 60 perawat.
Sesuai rencana, mereka akan ditempatkan di ruang isolasi baru bagi pasien covid-19. Ruang tersebut berada di bawah RSUD Jombang. Letaknya di bekas kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang. Segala sarana prasarana di ruang yang terletak di belakang RSUD Jombang tersebut sudah disipakan. Hanya saja, pengoperasiannya belum bisa dilakukan karena rekrutmen relawan nakes tersebut miskin peminat.
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengungkapkan, sejak diumumkan, baru sekitar satu sampai dua orang saja yang mendaftar. “Memang, tidak gampang mencari relawan di tengah tingginya angka kasus covid-19 yang terjadi di dalam negeri akhir-akhir ini,” kata Pudji, Kamis (15/7/2021).
Pudji mengatakan, puluhan relawan kesehatan ini sangat dibutuhkan untuk pelayanan pasien covid-19. Seluruh tenaga tersebut akan ditugasnya di ruang isolasi baru yang ada di eks Gedung Dinas Kesehatan setempat dengan kapasitas 60 tempat tidur. “Satu dokter diharapkan mampu mengcover sekitar 20 pasien. Sedangkan perawat estimasinya satu banding 3-4 pasien.” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-jombang”]
Pudji berharap, kebutuhan relawan ini bisa segera terpenuhi. Agar penanganan pasien covid-19 berjalan lancar. Sedangkan semua proses pendaftaran dilalukan melalui PPNI (Persatuan Perawar Nasional Indonesia) setempat. “Untuk perawat kami bekerja sama dengan PPNI, yang kita rekrut betul-betul ada gaji dan akan kami usulkan insentif,” katanya.
Sementara, saat ini jumlah pasien dengan indikasi terpapar covid-19 di RSUD Jombang masih tercatat tinggi. Ruangan isolasi hampir seluruhnya terisi penuh, mencapai 200 pasien. Dia mengimbau agar pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri patuh dengan protokol kesehatan dan selalu mengontrol kesehatannya. “Jika kondisi memburuk, segera datang ke rumah sakit. [suf]






