Bojonegoro (beritajatim.com) – Perkembangan cafe maupun resto di Kabupaten Bojonegoro begitu massif. Terlebih menjelang Ramadan menjadi momen untuk membuka cafe dan resto untuk menyediakan umat Islam yang akan melakukan buka puasa bersama.
Salah satunya adalah Omah Cabe di Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro. Restoran yang mengambil konsep tradisional keluarga memanfaatkan momen Ramadan untuk membuka cabang di Bojonegoro. Awalnya hanya di Pati, Jawa Tengah.
“Kemudian di Jawa Timur ada di Madiun dan cabang terakhir di Bojonegoro. Rencananya juga akan buka di beberapa daerah yang memang konsumtif,” ujar Operasional Manajer Omah Cabe, Wahyudi, Sabtu (2/4/2022).
Konsep yang diambil dengan menyasar restoran tradisional keluarga agar semua segmen bisa menjangkau menu yang disediakan. Menu Omah Cabe sendiri yang menjadi andalan yakni identik pedas. Seperti Bebek Bledos, Ayam Bledos, dan yang berkuah seperti Serani.
“Menu bledos ini dimasak dengan cara diungkep dengan cabai. Sehingga rasa pedasnya masuk ke dalam masakan. Harganya juga terjangkai mulai dari Rp 10 ribu ke atas,” jelasnya.
Dia yakin, meskipun saat ini semakin banyak pilihan cafe maupun restoran yang sedang berkembang, tetapi sebagai pendatang baru di Kabupaten Bojonegoro pihaknya optimis akan mampu bersaing dengan cara memenagkan hati pelanggan. Apalagi, menu yang diambil identik pedas yang banyak digemari.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner”]
“Karena industri servis yang berhubungan dengan pelanggan, sehingga bagaimana bisa memenangkan hati pelanggan. Apalagi sekarang banyak pilihan sehingga harus memperbaiki pelayanan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto membuka lebar para pengusaha yang akan melakukan investasi di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memberi kontribusi kepada pemerintah daerah.
“Dengan banyaknya rumah makan di Bojonegoro sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan bisa memberi kontribusi kepada pemerintah,” pungkasnya. [lus/but]







