Mojokerto (beritajatim.com) – Antisipasi rem blong di jalur Cangar-Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPT P3 LLAJ) Mojokerto, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur membuat rekayasa lalu lintas.
Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto, Dishub Provinsi Jawa Timur, Yoyok Kristyowahono mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R Soejo dan UPT Pengelolaan Jembatan dan Jalan (PJJ) untuk membuat rekayasa lalu lintas. Jalur penyelamatan antisipasi rem blong dibuat seminggu yang lalu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lebaran-2022″]
“Kami berkoordinasi dengan UPT Tahura dan UPT PJJ yang ada di Mojokerto untuk meminta lahan, sekitar panjang 100 meter, lebar sekitar 10 meter guna untuk membelokkan roda dua khususnya. Supaya di situ dia (pengendara) minimal bisa perlahan-lahan dan tidak melakukan pengereman,” ungkapnya, Minggu (1/5/2022).
Masih kata Yoyok, rekayasa lalu lintas tersebut di buat di jalan datar tepatnya di KM 65.800. Jalur penyelematan melingkar di sisi kiri dari arah Cangar, Batu menuju Sendi, Pacet tersebut dibuat dengan memasang bambu mirip jembatan darurat. Tujuannya agar pengendara bisa berjalan perlahan dan tidak melakukan pengereman.
“Di situ, pengemudi roda dua dipaksa untuk masuk supaya belok kiri sekitar 100 meter. Ada petugas dan water barrier yang akan mengarahkan pengemudi untuk belok kiri. Pengemudi bisa mengikuti arahan petugas untuk masuk mengikuti rekayasa lalu lintas yang kami buat dengan menggunakan bambu tersebut,” katanya.
Pihaknya menghimbau para pengemudi khususnya roda dua untuk mentaati peraturan-peraturan yang ada di sepanjang jalur penghubung Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto tersebut. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dishub Kabupaten Mojokerto, relawan Welirang dan Satlantas Polres Mojokerto.
“Sebetulnya buka di situ titiknya, titik rem blong itu ada di turunan Sendi dan Gotean. Akan tetapi untuk mengantisipasi rem blong tersebut, kita jauh jauh dari titik tersebut itu kita lakukan rekayasa lalu lintas. Yakni sekitar 100 meter, pengemudi diarahkan belok ke kiri untuk mengurangi pemuaian rem cakram,” jelasnya. [tin/suf]







