Surabaya (beritajatim.com) – Shen Yinhao, wasit asal Cina memiliki rekam jejak yang menarik dalam karirnya sebagai wasit internasional. Mulai dari awal karir hingga beberapa hal kontroversinya dengan Timnas Indonesia.
Awal Karir Shen Yinhao
Karirnya sebagai wasit dimulai pada tahun 2016 dalam Chinese Super League, di mana ia banyak memimpin pertandingan kompetisi klub lokal Cina. Yinhao akhirnya berkesempatan menjadi wasit untuk laga internasional antara Cina U-23 melawan Suriah U-23 pada 24 Maret 2018.
Sejak saat itu, dia tak hanya mengadili partai klub lokal Cina, tetapi juga pertandingan internasional. Adapun Yinhao telah berlisensi sebagai wasit FIFA sejak tahun 2018.
Hingga saat ini, Shen Yinhao telah memimpin sekitat 140 pertandingan dengan total lebih dari 493 kartu kuning, 10 dua kartu kuning berbuah kartu merah, dan 11 kartu merah langsung. Ia juga masih menjadi salah satu wasit reguler di Chinese Super League, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Cina.Kontroversi Shen Yinhao
Sebelumnya Tim Nasional (timnas) U-23 Indonesia memiliki kenangan pahit dengan Yinhao. Ia merupakan wasit pada pertandingan Indonesia vs Kamboja di SEA Games 2023. Kala itu, dalam pertandingan ketiga grup A, Yinhao memberi penalti kontroversial untuk Kamboja. Meskipun penalti itu gagal dimaksimalkan, momen tersebut tetap menjadi kontroversi.
Bahkan, tampaknya kali ini wasit Yinhao mengundang kontroversi kembali. Kala dirinya pimpin pertandingan semifinal Piala Asia U-23 2024, antara Timnas Indonesia vs Uzbekistan, Selasa (29/4/2024).
Shen Yinhao dianggap curang dan lebih menguntungkan tim lawan. Mulai dari batalnya gol yang dicetak Ferrari, lantaran offside yang dilakukan oleh Sananta. Hingga pemberian kartu merah kepada kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho. [fyi/aje]





