Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember akan melakukan reformasi kepengurusan setelah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX di Malang Raya, Juni-Juli 2025, selesai.
“Kami hari ini berfokus pada Porprov Jatim. Ini sudah disepakati dengan pengurus cabang olahraga dan sesuai petunjuk Pak Bupati,” kata Ketua KONI Jember Sutikno, Selasa (13/5/2025).
Rencananya musyawarah anggota akan digelar setelah Juli 2025. “Setelah longgarm tahapan-tahapan proses pemilihan akan kami lakukan. Sudah dipastikan tahun ini, karena perpanjangan surat kepengurusan sampai akhir tahun,” kata Sutikno.
Sementara itu suara-suara tentang kriteria sosok ketua KONI Jember mulai bermunculan dari sejumlah pengurus cabang olahraga.
Soetriono, mantan ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember yang saat ini menjabat Wakil Ketua KONI Jember, mengatakan, ada 49 kepengurusan cabang olahraga di Jember. “Jadi kandidatnya banyak. Masing-masing ketua berpeluang menjadi ketua KONI,” katanya,
Soetriono memyodorkan sejumlah kriteria sosok ideal ketua KONI Jember. “Pertama, gila olshraga prestasi dan mempunyai kemampuan manajemen sumber daya manusia, manajemen organisasi, manajemen keuangan, dan manajemen lobi atau jejaring,: katanya.
Seorang calon ketua KONI Jember, menurut Soetriono, harus menggeluti salah satu cabor dan pernah menjadi pengurus organisasi cabor. “Ia juga harus berani berkorban fisik dan finansial, serta berkomitmen kuat memajukan olah raga prestasi,” katanya.
Ketua KONI Jember mendatang juga harus punya komitmen kuat untuk bersinergi, berkolaborasi, dan mengharmonisasikan semua komponen keolahragaan. “Tertib administrasi, prestasi akan tercapai,” kata Soetriono.
Sementara itu Sekretaris Persatuan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) Jember Rizqi Febrian Pramudita berharap KONI dipimpin sosok yang bisa memahami cabang olahraga. “Juga menerapkan sistem reward dan punishment,” katanya.
“Ketika cabor berprestasi, ada support terhadap kebutuhan-kebutuhan untuk mengikuti kejuaraan. Sementara untuk cabor yang kurang beprestasi dibina. Tentu saja cabor berprestasi dan belum berprestasi tidak bisa disamaratakan, sehingga jadi pemicu,” kata Rizqi.
Perkemi sendiri masih belum menentukan dukungan terhadap sosok tertentu. “Kami akan bahas bersama pengurus lainnya. Tapi tentu kami mendukung sosok yang visioner, mengerti, dan peduli olahraga. Harapan ke depan KONI bisa memperhatikan kebutuhan sarana-prasarana setiap cabor,” kata Rizqi.
Suara tak hanya muncul dari pelaku olahraga, namun juga DPRD Jember. Ardi Pujo Prabowo, legislator Partai Gerindra, ingin KONI dipimpin sosok yang bisa menjiwai semua cabor. “Dia juga pernah mengangkat prestasi cabor menjadi peraih medali di beberapa event baik kejuaraan kabupaten maupun nasional,” katanya.
Namun di atas semua kriteria tersebut, Soetriono menyebut restu Bupati Muhammad Fawait yang paling penting. “Kalau tidak direstui jangan memaksakan diri. Bila yang direstui atau direkom oleh bupati, itu yang harus disetujui pengurus cabor,” katanya. [wir]






