Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memacu pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.
Hingga pertengahan Juni, realisasi PAD baru menyentuh angka Rp 109,56 miliar atau 36,49 persen dari target tahun ini sebesar Rp 300 miliar.
Kepala Bapenda Bondowoso, Dodik Siregar, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan capaian 50 persen bisa terealisasi pada akhir semester pertama, tepatnya 30 Juni 2025.
“Masih ada waktu sekitar 10 hari. Insya Allah kita optimis bisa mencapai target ideal tersebut,” ujarnya pada Sabtu (21/6/2025).
Dibanding tahun sebelumnya, capaian PAD Bondowoso menunjukkan tren positif. Tahun 2024, dari target Rp 235 miliar, berhasil dikumpulkan Rp 255 miliar atau 108,9 persen.
Dodik mengungkapkan bahwa dorongan menggali potensi daerah makin kuat seiring dengan semakin kecilnya fiskal dari pusat.
“Ketergantungan daerah pada pusat harus dikurangi. Maka PAD menjadi kunci, baik dari pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, hingga pendapatan sah lainnya,” jelasnya.
Untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sendiri, per 17 Juni 2025, realisasi baru menyentuh 14 persen dari pagu Rp 17 miliar.
Pembayaran PBB masih dibuka hingga Agustus. Setelah itu, dari September hingga Desember, akan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku.
Dodik juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mendongkrak penerimaan daerah.
“Seperti yang disampaikan pak Wabup, harapannya seluruh OPD bisa bekerja secara kolektif dan kolegial, tidak parsial. Bapenda tidak bisa sendiri,” katanya.
Salah satu fokus yang akan diperkuat adalah pengawasan terhadap sektor hotel dan restoran. Dodik menyebutkan bahwa pengawasan ketat dibutuhkan untuk meminimalisasi potensi kebocoran penerimaan dari sektor tersebut.
Dengan sisa waktu enam bulan di tahun anggaran 2025, Bapenda akan mengupayakan langkah-langkah strategis. Mulai dari pencarian sumber-sumber pendapatan baru hingga peningkatan kesadaran wajib pajak.
“Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak adalah bagian penting dalam membangun daerah. Ini butuh dukungan semua pihak,” pungkasnya. (awi/but)






