Magetan (beritajatim.com) – Dinilai jadi jalur yang cukup rawan kecelakaan, Dinas Perhubungan Jawa Timur mempertimbangan pembangunan jalur penyelamat. Hal itu sesuai dengan saran dari Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri.
Bagus Suteja Kasi Dalop Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (UPT P3 LLAJ) Madiun mengungkapan jika pihaknya sudah menerima saran tersebut.
Jalur pengaman bakal jadi upaya penanganan jangka panjang sebagai pencegahan terhadap kecelakaan dengan fatalitas tinggi.
“Dalam waktu dekat kami segera perbaiki dulu guardrail yang rusak karena ditabrak bus sebelum masuk jurang di Jalan Tembus Sarangan Magetan. Kemudian, kami dapat masukan agar segera membanguan jalur penyelamat di dekat lokasi,” kata Bagus usai FGD di Ruang Eksekutif Polres Magetan, Senin (5/12/2022).
Bagus mengungkapkan jika perlu cek kondisi lokasi yang memungkinkan untuk mempersiapkan rencana pembuatan jalur pengaman itu. Namun, menunggu penyelidikan polisi usai dan bangkai bus setelah dievakuasi.
“Tentu setelah ini kami akan ajak stakeholder untuk ke lokasi. Tujuannya menentukan jalur pengaman itu. Kami memandang jika di atasnya situsaja gak masalah karena ini flexible,” lanjut Bagus.
Selain itu, pihaknya bakal menambah perlengkapan jalan yanggap kurang seperti pita kejut yang akan ditambah serta rambu lain untuk memberikan peringatan bagi pengguna jalan.
Terpisah, Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol CF Hotman Sirait mengatakan jika peningkatan pengamanan di kawasan tikungan LGF dinilai perlu karena turunan curam diikuti tikungan tajam.
“Sehingga, kami memandang perlu jalur penyelamat dna tambahan rambu. Buka jalan tol lagi yang butuh jalur penyelamat tapi jalan nasional atau jalan provinsi juga perlu,” kata Hotman, Senin (5/12/2022).
Dia pun menyarankan utnuk emmmbangun jalur pengamanan. Bagaimanapun, kondisi kontur jalan yang naik turun bisa berpengaruh pada fungsi pengereman.
Meski begitu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat utamanya yang memiliki perusahaan organda agar selalu memperhatikan kesiapan driver, kendaraan, dan pengawasannya.
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bus-masuk-jurang”]
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB. Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB.
Polisi telah melakukan olah TKP dan menerjunkan traffic accident analysis (TAA) guna mengumpulkan data sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan. (fiq/ted)






