Surabaya (beritajatim.com) – Setiap tahun potensi kecelakaan lalu lintas meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru di sejumlah daerah.
Hal ini disebabkan karena volume kendaraan yang mengalami lonjakan, serta cuaca yang kurang bersahabat. Curah hujan tinggi selama akhir tahun mengganggu jarak pandang pengendara sehingga tingkat kewaspadaan pun menurun.
Di samping itu, ada beberapa ruas jalan yang rusak dan belum dilengkapi dengan penerangan. Hal ini tentu semakin menambah resiko pengendara motor dan mobil mengalami kecelakaan.
Untuk mengantisipasi hal ini, melansir Kominfo Jatim, pemerintah provinsi Jawa Timur melakukan komitmen bersama antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum pada perayaan tahun baru 2023.
Pada Jumat (30/12/2022) sore, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur menandatangani komitmen bersama antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum pada perayaan tahun baru 2023 wilayah Provinsi Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”surabaya”]
Pada poin nomor lima, isi komitmen tersebut membahas keamanan lalu lintas selama Tahun Baru.
“Melarang masyarakat untuk tidak melakukan konvoi di jalanan, pesta minuman keras dan pesta petasan,” demikian bunyi dalam ketentuan tersebut.
Pemprov juga mendorong masyarakat untuk mengisi pergantian malam tahun baru dengan melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Khusus bagi yang beragama islam, menggelar dzikir istiqomah serta doa agar terhindar dari bencana dan musibah.
Sementara itu, Kapolresta dan Kapolda di beberapa daerah Jawa Timur juga sudah merilis titik-titik lokasi yang rawan kecelakaan.
Agar tetap selamat, pastikan untuk selalu mematuhi protokol keamanan berkendara sebagai berikut:
- Pastikan kondisi badan dalam keadaan fit dan sehat agar kuat berkendara.
- Kondisi motor harus dalam keadaan baik dengan memperhatikan dasar pengecekan. Seperti tekanan angin ban, pengereman, kopling, lampu depan dan belakang motor.
- Pakai safety gear, seperti helm, sepatu, sarung tangan dan jaket. Sarung tangan yang digunakan sebaiknya jangan yang setengah, tapi yang bisa menutupi seluruh bagian tangan (full cover).
- Usahakan kaca helm (visor) selalu tertutup saat berkendara. Kaca helm selalu tertutup saat berkendara guna mencegah masuknya benda asing serta mengusap mata saat dalam perjalanan.
- Selalu mematuhi peraturan berkendara selama di perjalanan. Serta mementingkan keselamatan bersama.
(kai/nap)






