Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan warga berunjuk rasa dan memprotes keberadaan Kafe Moga Jaya di Jl Kator Koco, Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Jum’at (8/9/2023).
Dalam unjuk rasa tersebut, massa juga langsung tersulut emosi hingga mereka merusak dan memecahkan sejumlah fasilitas maupun peralatan kafe.
Bahkan massa juga membakar sebuah gubuk berupa kandang ayam yang selama ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan minuman keras yang berada di belakang area kafe, tepatnya di area pemakaman masyarakat setempat.
Keberadaan Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana beserta sejumlah anggota, termasuk juga sejumlah anggota Kodim 0826 Pamekasan, yang turun langsung ke lokasi unjuk rasa untuk mencegah tindakan anarkis juga tidak diindahkan massa, dan mereka justru semakin beringas.
Namun tindakan anarkis massa akhirnya mulai mereda setelah salah satu tokoh masyarakat, Abd Aziz datang menemui dan menenangkan mereka dengan menggunakan pengeras suara. Ia meminta massa tenang dan menghentikan aksi anarkis, sekaligus memasrahkan sepenuhnya penenganan kepada aparat kepolisian.
Baca Juga: Polres Pamekasan Libatkan Personil Gabungan dalam Operasi Zebra Semeru 2023
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan jika selama ini mendapat laporan dari warga sekitar, jika lokasi kafe tidak hanya melayani hiburan karaoke, tapi juga menyediakan miras berbagai merk hingga disinyalir juga menyediakan perempuan penghibur.
“Selama bertahun-tahun warga merasa resah dengan keberadaan tempat hiburan ini, bahkan warga juga sudah beberapa kali mengeluh dan melakukan protes, namun pengelola sepertinya tidak peduli. Sehingga massa yang datang ke sini, ingin menutup paksa dan jangan lagi beroperasi,” kata Abd Aziz.
Aksi anarkis massa sempat menjadi tontonan warga sekitar maupun para pengguna jalan. Namun akhirnya, lokasi kejadian saat ini sudah dipasang garis polisi alias police line. “Karena lokasi ini sudah dipasang tanda police line, maka tidak boleh lagi beroperasi,” kata salah seorang anggota Polres Pamekasan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, khususnya dari Polres Pamekasan, tentang kejadian yang sempat mencekam akibat aksi pembakaran. [pin/ted].






