Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga pesisir Kabupaten Gresik mendapat pemeriksaan mata gratis. Warga berasal dari Desa Pangkah Wetan, Pangkah Kulon, Ngemboh, dan Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah.
Kepala Desa (Kades) Pangkah Kulon, Ahmad Fauron mengatakan, sebagian besar warganya yang berprofesi sebagai nelayan maupun tinggal di pesisir tidak menyadari sinar matahari dan pantulan air laut membuat mata mereka bermasalah.
“Bertahun-tahun warga kami tidak tahu bahwa sinar matahari dan pantulan air laut bisa menyebabkan gangguan mata,” katanya, Selasa (11/04/2023).
Pemeriksaan mata gratis ini selain menyasar nelayan dan warga pesisir juga terdapat kelompok keluarga miskin serta guru mengaji maupun santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muniroh Desa Pangkah Wetan.
Salah satu warga yang mendapat pemeriksaan gratis yakni Nunung (65) lansia asal Desa Pangkah Kulon. Dirinya
merasa sangat terbantu untuk kesehariannya yang sudah sulit membaca,
“Saya merasa sangat terbantu dan lebih percaya diri karena tidak terganggu lagi saat membaca,” ujarnya.
Hal yang sama dialami oleh Farhatul Minah (16) siswi kelas X Madrasah Aliyah Al-Muniroh. Dirinya sekarang lebih nyaman terasa lebih terang dan jelas saat membaca Al-Qur’an.
https://beritajatim.com/berita-migas/pt-pgn-pastikan-penyaluran-gas-selama-ramadhan-dan-idul-fitri-2023-terjamin/
Sementara itu, Stakeholder Relations Manager PGN Saka Erry Affandi yang menggagas pemeriksaan mata gratis ini mengatakan, dalam pemeriksaan mata kali ini ada 825 orang. Dari jumlah tersebut yang direkomendasikan dan diberikan kacamata secara gratis sebanyak 700 orang. Adapun sisanya sebanyak 125 orang dinyatakan sehat, atau masih bisa diberikan pengobatan tanpa harus memakai kacamata.
“PGN Saka selalu berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Dengan falsafah Living in Harmony. Kami bertekad menjadi tetangga yang baik bagi masyarakat di sekitar daerah operasi,” katanya.
Dalam kegiatan itu lanjut dia, pihaknya juga menggandeng Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya. Rumah sakit mata tertua dan terkenal di Surabaya itu memang dikhususkan menangani penyakit mata.
“Warga yang direkomendasikan langsung ditangani dokter mata yang berpengalaman dan alhamdulillah tidak ada kendala,” imbuhnya. [dny/but]






