Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 269 SMK se-Jawa Timur (Jatim) memamerkan inovasi unggulan dalam Expo & Expose SMK Hebat 2026 di Grand City Surabaya, Kamis (12/2/2026). Ajang ini mengintegrasikan karya siswa langsung dengan ekosistem pasar dan industri.
Pameran yang berlangsung hingga 14 Februari ini menampilkan 10 bidang keahlian strategis. Mulai dari teknologi manufaktur, energi, hingga ekonomi kreatif ditampilkan untuk menarik minat mitra usaha dan pembeli potensial.
Sekadaprov Jatim Adhy Karyono menilai kegiatan ini bukan hanya pameran produk rutin. Ia menekankan pentingnya pendekatan dunia usaha dan dunia industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lulusan vokasi secara masif.
“Kualitas kompetensi bukan sekadar di atas kertas. Ujian sebenarnya adalah saat karya siswa diminati pasar dan memiliki standar yang diakui masyarakat,” kata Adhy.
Pemprov Jatim juga menyerahkan 162 penghargaan Innovative Government Award dan 17 sertifikat hak cipta. Langkah ini untuk mematangkan ekosistem inovasi pendidikan agar memiliki standar kualitas yang teruji.
Kepala BSKDN Kemendikdasmen Yusharto Huntoyungo meminta inovasi SMK direplikasi antarwilayah. Ia menargetkan skor kematangan inovasi mencapai titik tertinggi untuk mendongkrak daya saing daerah melalui partisipasi ekonomi siswa secara langsung.
“Diharapkan inovasinya itu memiliki kematangan yang sempurna. Expo dan Expose ini menjadi sarana untuk membudayakan inovasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyebut pameran ini merupakan panggung pembuktian kesiapan sumber daya manusia. SMK kini bertransformasi menjadi pencetak technopreneur dan inovator yang siap menggerakkan roda ekonomi daerah.
“SMK hari ini tidak hanya mencetak lulusan, tetapi melahirkan talenta dan pemimpin masa depan. Inovasi tidak boleh berhenti sebagai ide, namun harus diakui dan dilindungi,” pungkas Aries. [ipl/ted]






