Gresik (beritajatim.com) – Ratusan siswa SD sederajad di Gresik, usia 6 hingga 11 tahun, menjalani vaksinasi tahap pertama. Salah satu siswa yang menjalani vaksinasi tersebut yaitu Reza Althaf (10) yang bersekolah di SD NU. Dia mengaku sangat antusias mengikuti vaksinasi ini.
Reza memang terlihat riang. Begitu lengannya kirinya disingsingkan dicoblos jarum suntik, tidak memunculkan ekspresi ketakutan. Malah tangan kanan siswa kelas III ini mengacungkan jempol.
“Tidak sakit sewaktu lengan kiri saya disuntik jarum vaksin,” tuturnya, Kamis (16/12/2021).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menuturkan, vaksin untuk anak ini sangat ditunggu-tunggu. Sebab dengan mulainya pembelajaran tatap muka (PTM) yang sebelumnya sudah berjalan sedikit menimbulkan rasa kuatir wali murid.
“Anak usia 6-11 tahun ini sudah divaksin, wali murid bisa lebih tenang. Selain itu, kalau mau pergi kemana-mana anak sudah bisa menunjukan sertifikat vaksin,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna menyatakan ini adalah kick off pertama. Dimana, ada 7.131 siswa yang divaksin selama dua hari.
“Di hari pertama ada 4.784 anak dan besok Jumat (17/12) ada 2.347 anak dari 14 lembaga sekolah,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Ia menambahkan, total ada 122.335 anak. Pihaknya mengimbau agar para wali murid tidak perlu kuatir karena vaksin untuk anak sudah melakui kajian khusus.
“Yang menjadi perhatian vaksinasi anak ini bebarengan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Yakni imunisasi rutin satu tahun dua kali untuk anak usia SD untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus,” imbuhnya.
Terkait dengan itu lanjut dr Khusna, anak yang sedang mengikuti BIAS ditunda untuk vaksinasi covid-19. Yakni dengan rentang waktu empat minggu. [dny/ribut]






