Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Karnaval (JFC) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah bukti bahwa kebudayaan yang dikelola dengan visi, kreativitas, dan ketekunan mampu mengubah sebuah daerah menjadi inspirasi bagi pariwisata dan masyarakat Indonesia, bahkan menjadi perhatian dunia.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta, dalam pembukaan Grand Carnival Jember Fashion Carnaval, Minggu (26/7/2026).
“Jember Fashion Carnaval bukan sekedar pertunjukan busana. Ini adalah panggung peradaban, sebuah ruang tempat tradisi bertemu dengan inovasi, tempat warisan budaya diolah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan manusia tanpa mengenal batas negara, bahasa, maupun latar belakang,” kata Bambang.
Menurut Bambang, ketika dunia semakin terhubung dan persaingan antar bangsa semakin ditentukan oleh kekuatan gagasan dan identitas, kebudayaan menjadi modal strategis. “Bangsa yang mampu merawat budayanya, mengembangkannya menjadi karya yang relevan, dan memperkenalkannya kepada dunia akan menjadi bangsa yang disegani dan dihormati,” katanya.
Kekayaan budaya Indonesia yang terbesar di dunia baru akan memiliki makna apabila terus dihidupkan dan ditafsirkan kembali. Kekayaan budaya itu, lanjut Bambang, harus diwujudkan menjadi karya yang memberi nilai budaya, nilai sosial sekaligus nilai ekonomi. “Itulah yang selama ini ditunjukkan oleh Jember Fashion Carnaval,” katanya.
Selama 24 tahun penyelenggaraannya, JFC telah menjadi denyut kreativitas. Bambang berharap Jember Fashion Carnaval terus berkembang sebagai ruang inovasi budaya, pusat lahirnya talenta-talenta kreatif Indonesia, sekaligus menjadi salah satu wajah diplomasi budaya bangsa di tingkat global.
“Dari Jember, dunia dapat melihat bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan tradisi, tapi juga unggul dalam kreativitas, berani berinovasi, dan percaya diri menampilkan identitasnya,” kata Bambang.
Tahun ini JFC mengusung tema HEAL (Humanity, Earth and Life) pada 24-26 Juli 2026 dengan menampilkan empat acara karnaval, yakni Pets Carnival, WKC and Artwear Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia, dan Grand Carnival.
Bambang berharap penyelenggaraan tahun ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang besar karena budayanya, maju karena kreativitasnya, dan dihormati karena jati dirinya.
Bambang berharap semua pihak terus mendukung ekosistem kebudayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu melahirkan karya-karya kelas dunia.
“Setiap karya (JFC) hendaknya dijadikan penghormatan kepada warisan budaya bangsa, setiap kreativitas sebagai energi pembangunan, dan setiap kolaborasi sebagai jembatan untuk membawa budaya Indonesia semakin dikenal, dihargai, dan dicintai dunia,” katanya. [wir/ian]






