Kediri (beritajatim.com) – Ratusan rumah di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri terdampak banjir akibat tanggul jebol. Sementara, 15 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.
Salah satu warga terdampak, Frengky mengatakan, banjir terjadi akibat tanggul Sungai Bendo Mongal jebol pada Senin malam (11/112024). Hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat dan tanggul tak kuat menahan tekanan.
“Tanggul sungai yang jebol seukuran 20 meter. Air sungai kemudian meluap ke permukiman warga sekitar,” ujar Frengky yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi tanggul jebol.
Luapan air yang membawa lumpur dan sampah masuk ke rumah-rumah warga. Kawasan terparah berada di RT 8 RW 4 Dusun Bakalan. Lokasinya tepat di sekitar tanggul jebol tersebut.
“Di RT 8 RW 4 ada sekitar 20 rumah warga yang terparah. Seluruh warganya dievakuasi ke tempat pengungsian karena rumah mereka dipenuhi lumpur, sampah, maupun carang (ranting) bambu, serta kayu,” imbuh Frengky.
Air banjir yang menggenangi seratusan rumah warga ini setinggi 50 cm atau setara lutut orang dewasa. Malam itu juga, petugas dari BPBD Kabupaten Kediri terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
“Pagi ini tanggul yang jebol sudah berhasil ditangani. Kemudian air sudah tidak lagi keluar dari tanggul jebol. Tetapi, akses jalan desa masih ditertutup oleh lumpur. Begitu juga dengan rumah-rumah warga sekitar. Namun, untuk warga yang semalam mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” imbuh Frengky.
Saat ini, warga setempat bersama aparat gabungan melakukan kerja bakti pembersihan sisa-sisa banjir. Mereka menunggu kehadiran alat berat untuk membersihkan material lumpur, maupun carang bambu dan ranting kayu yang tidak memungkinkan untuk dibersihkan secara manual.
Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri Khamid mengatakan, tanggul yang jebol akibat sumbatan dari sampah dan bambu yang hanyut di dam sungai. Kemudian saluran air tidak mampu menahan.
“Kalau hulu airnya ini dari Desa Parang, Kecamatan Banyakan. Ditambah lagi pembangunan bandara, dekatnya lapangan golf disitu cukup besar,” kata Khamid.
Menurut laporan yang diterima Khamid dari RT setempat, lebih dari 50 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana ini. Dua tembok rumah jebol, serta lainnya mengalami kerusakan ringan.
Tanggul Sungai Bendo Mongal ini sudah dua kali terjadi. Sebelumnya, masyarakat dan aparat pemerintahan menutup tanggul jebol dengan karung yang berisi pasir. Karung-karung tersebut kini ikut terbawa banjir.
Beberapa hari terakhir, cuaca di Kediri dan sekitarnya mulai turun hujan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang diprediksi tahun ini risikonya lebih besar. [nm/beq]






