Ponorogo (beritajatim.com) – Di era yang seperti sekarang ini, melek digital sangatlah penting. Dengan melek digital, tentu akan memudahkan dalam kegiatan sehari-hari. Terutama untuk para pelaku usaha maupun pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dorongan melek digital, dilakukan oleh ratusan pelaku usaha tersebut di Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 160 pelaku UMKM, mendapatkan pelatihan digital marketing dan optimalisasi legalitas produk.
Bertempat di Aula Bappeda, pelatihan yang diperuntukkan oleh pelaku usaha ini, merupakan bentuk kerjasama antara Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo dengan Pegadaian Ponorogo.Dengan pelatihan marketing digital dan optimalisasi legalitas produk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berharap para pelaku usaha ini bisa menjadi naik kelas untuk lebih baik dalam mengelola usahanya.
“Pelaku UMKM yang masih menggunakan cara konvensional, cepat atau lambat akan tergerus oleh zaman. Oleh karena itu, ratusan ini perlu dibekali dengan marketing digital,” ungkap Eko Supriyanto, perwakilan dari Pegadaian bagian Deputi Bisnis Area Madiun, Rabu (17/07/2024).
Eko mengatakan bahwa dengan pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Ponorogo tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tentu itu bisa dilakukan dengan melek digital. Mereka bisa memanfaatkan teknologi digital dan penguatan legalitas untuk membesarkan usahanya.
“Goal kita adalah agar produk UMKM bisa dikenal di luar Ponorogo dan setiap UMKM bisa memiliki legalitas yang jelas,” pungkas Eko.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang didapuk membuka acara pelatihan itu, juga menekankan pentingnya melek digital bagi pelaku UMKM. Hal itu dilakukan supaya para pelaku UMKM ini mampu bertahan dan berkembang di era digitalisasi.
“Pelaku UMKM harus akrab dan piawai berselancar di dunia digital, agar bertahan dan bisa mengembangkan usahanya. Nah, untuk itulah kita lakukan pelatihan marketing digital ini,” kata Kang Giri, sapaan karib Bupati Sugiri Sancoko.
Selain fokus pada marketing digital, Bupati Sugiri juga menegaskan perlunya standar kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Hal ini penting karena UMKM akan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Mereka membawa nama Ponorogo ketika produknya dipasarkan di dunia luar.
“Ketika produknya dipasarkan di luar Ponorogo, tentu juga akan berdampak pada wisata di sini. Jadi yang terpenting ialah kualitas. Setelah itu legalitas dan marketing,” pungkasnya. (Adv/End)






