Sidoarjo (beritajatim.com) – Kanwil DJP Jawa Timur II mengukuhkan dan memberi pembekalan 628 relawan pajak Tahun 2023. Pengukuhan digelar secara luring dan daring di Ruang Rapat Kanwil DJP Jawa Timur II Jumat (3/3/2023).
Pengukuhan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan kode etik relawan pajak, dan dilanjutkan dengan penyematan tanda pengenal relawan pajak yang hadir secara luring oleh Kakanwil DPJ Jawa Timur II.
Para relawan dari golongan mahasiswa itu juga mendapat pelatihan dari tax center atau organisasi mitra Kanwil DJP Jawa Timur II bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Timur II. Dalam kegiatan ini juga diikuti para Ketua Tax Center sebagai relawan pajak non mahasiswa.
BACA JUGA:
Viral Kasus Mario Dandy Anak Pejabat DJP Nunggak Pajak Rubicon? Simak Sanksi Jika Tidak Patuh Pajak
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II, Agustin Vita Avantin mengatakan, program relawan pajak menjadi program rutin DJP yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. “Program ini digelar dalam rangka meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak (WP) serta mendorong implementasi kegiatan penyuluhan perpajakan yang melibatkan pihak ketiga,” ucapnya Jumat (3/3/2023).
Agustin juga memberi apresiasi kepada Tax Center dan para relawan pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Timur II baik mahasiswa maupun non-mahasiswa. “Untuk menjadi relawan pajak harus melalui proses yang cukup panjang dan melalui seleksi. Agar para relawan pajak menjadi orang-orang yang terpilih,” tambahnya.
Disebutkan, selain soal SPT, relawan pajak juga diberi pembekalan mengenai pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Relawan pajak punya peran penting, karena ikut berkontribusi menjaga kepatuhan pajak dan membantu tercapainya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Lebih dari 70 persen penerimaan negara pada APBN bersumber dari pajak. Untuk itu, selalu jaga amanah dan integritas dalam pelaksanaan tugas serta layani wajib pajak dengan sepenuh hati,” pintah Vita.
Rinci Agustin, pada tahun ini, jumlah relawan pajak sebanyak 628 relawan. Rinciannya, 608 mahasiswa dan 20 non mahasiswa. Mereka berasal dari 20 tax center dan 1 organisasi mitra Kanwil DJP Jawa Timur II.
Tax Center sebanyak 20 ini diantaranya Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Madura Pamekasan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Wiraraja Sumenep, Universitas Muhammadiyah Gresik dan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
BACA JUGA:
Saat Ini, Kabupaten Sidoarjo Bebaskan Denda 9 Pajak Daerah
Kemudian, STIE PGRI Dewantara Jombang, Universitas PGRI Madiun, STIE Al Anwar Mojokerto, Politeknik Negeri Madiun, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, STIE Cendekia Bojonegoro, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Islam Lamongan, STKIP PGRI Sumenep dan Institut Dirosat Islamiyah Al Amien Prenduan Sumenep.
“Sedangkan organisasi mitra yang belum terdapat tax center adalah IAIN Madura. Selain mahasiswa, program relawan pajak Tahun 2023 juga melibatkan 20 orang ketua Tax Center sebagai relawan pajak non mahasiswa,” jelasnya. [isa/suf]






