Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 142 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tidak masuk kerja dalam hari kejepit nasional (harpitnas) seperti hari ini Jumat (23/03). Ya, padahal mereka sebelumnya sudah libur 2 hari, yakni saat peringatan hari raya Nyepi dan cuti bersama. Ratusan ASN yang tidak masuk kerja ini, terpantau dari aplikasi absensi Jathil.
“Kita tidak menurunkan tim ke organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengecek absensi tadi. Namun, kita pantau lewat aplikasi absensi Jathil,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo, Jumat (23/03/2023).
Ratusan ASN yang tidak masuk pada hari ini, kata Andy berasal dari 56 OPD di lingkup Pemkab Ponorogo. Sebab, aplikasi ini memang masih diberlakukan di 56 OPD, termasuk di kecamatan. Yang belum menggunakan aplikasi absensi Jathil ini, guru dan puskesmas.
“Dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) hari ini, terdeteksi dari 2.908 ASN, ada 4,8 persen atau 142 orang tidak masuk kerja,” katanya.
BACA JUGA:
Bulan Ramadhan, ASN Ponorogo Dapat Diskon Jam Kerja
Bupati Ponorogo Turun Gunung, Akses Jalan Menuju TPA Mrican Dibuka Kembali
Bukan Suami Istri tapi Sekamar dalam Kos, Diciduk Polisi Ponorogo
Dari jumlah ASN yang tidak masuk itu, sebanyak 93 orang izin tugas luar. Mengikuti diklat ada 12 orang, ASN yang terkendala teknis ada 23 orang. Kemudian cuti sakit ada 8 orang dan cuti ada kepentingan keluarga ada 6 orang.
“Yang maksudnya terkendala teknis itu, bisa jadi hapenya rusak atau sinyalnya jelek. Sehingga tidak bisa absensi secara online,” katanya. [end/but]






