Surabaya (beritajatim.com) – Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Ipda Aan Dwi Satriyo Yudho, SH. MH resmi akan mengemban jabatan baru sebagai Kasubnit III Satres Narkoba Polrestabes Surabaya, Selasa (27/08/2024) besok.
Ia akan mengakhiri jabatannya sebagai Kanit Reskrim Polsek Sukolilo setelah 9 bulan menjabat. Posisinya akan digantikan oleh AKP I Made Sutanaya yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Wonokromo.
Aan Dwi Satriyo Yudho pertama kali menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Sukolilo pada Desember 2023 lalu. Sepanjang memimpin Unit Reskrim Polsek Sukolilo, Aan berhasil menorehkan berbagai keberhasilan. Berikut adalah rangkuman keberhasilan Aan Dwi Satriyo Yudho selama menjabat Kanit Reskrim Polsek Sukolilo.
1. Antarkan Polsek Sukolilo jadi juara di Operasi Sikat Semeru 2024
Dalam operasi Sikat Semeru 2024 yang berlangsung 12 hari di tanggal 3 Juni – 12 Juni lalu, Aan Dwi Satriyo Yudho bersama dengan anggotanya mengungkap 38 kasus jalanan. Terbanyak diantara 24 Polsek jajaran Polrestabes Surabaya. Dari 38 kasus yang diungkap, 24 kasus diantaranya adalah kejahatan Curanmor, 9 kejahatan pencurian dan pemberatan, pencurian dan kekerasan 3 kasus, lalu kepemilikan senjata tajam dan gangster masing-masing 1 kasus.Capaian Polsek Sukolilo berada di atas Polsek Simokerto yang mengungkap 30 kasus disusul dengan Polsek Wonocolo dengan 28 kasus.
Diketahui, Dalam Operasi Pekat Semeru 2024, Polrestabes Surabaya bersama Polsek Jajaran mengamankan 243 pelaku kejahatan jalanan dari 405 kasus. Dari total 405 kasus, kasus curanmor mendominasi dengan 298 kasus. Jumlah tersangka curanmor yang diamankan berjumlah 141 tersangka.
2. 3 kali Temukan Motor Curian dalam Hitungan Jam
Selama 9 bulan menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, catatan beritajatim setidaknya Aan Dwi Satriyo Yudho beserta anggotanya 3 kali mengembalikan motor curian sebelum korban melapor. Kasus pertama adalah terjadi pada Rabu (24/04/2024) di Menur Pumpungan. Anggota Polsek Sukolilo menemukan sepeda motor yang dicuri hanya dalam waktu 2,5 jam.
Padahal, sepeda motor sudah dibawa lari dan disimpan di sebuah gudang Sidoarjo. Peristiwa itu bermula saat anggota Polsek Sukolilo menerima informasi adanya pencurian di Menur Pumpungan. Anggota Opsnal Polsek Sukolilo langsung melakukan cek lokasi dengan memeriksa saksi dan rekaman CCTV.
Dari pemeriksaan saksi-saksi, terdapat tetangga korban yang mengetahui motor yang hilang itu dibawa temannya. Dari situlah, polisi menemukan identitas Andik Setiawan si pelaku pencurian. Kepada polisi, saksi menjelaskan bahwa dirinya sempat membantu Andik untuk mendorong sepeda motor ke sebuah gudang di Waru, Sidoarjo.
Ia mengaku tidak mengetahui bahwa sepeda motor itu hasil curian. Karena saat berpapasan di Jalan Raya Menur, Andik Setiawan mengaku sepeda motor curian itu rusak. Dari informasi itu, petugas kepolisian langsung menuju gudang di Waru, Sidoarjo dan menemukan sepeda motor yang hilang. Pelaku Andik Setiawan pun juga langsung diamankan di rumahnya.
Peristiwa kedua adalah pencurian di Kantor KUA Sukolilo. Pada Jumat (31/05/2024) lalu, anggota opsnal Polsek Sukolilo yang berpatroli mencurigai 2 orang yang mengendarai Yamaha Fino biru. Polisi sempat mengikuti keduanya namun ditengah pengintaian, anggota Opsnal Polsek Sukolilo kehilangan jejak.
Tidak menyerah, insting polisi mengantarkan Anggota Polsek Sukolilo untuk memperluas jangkauan. Hasilnya, dua orang yang sebelumnya naik satu sepeda motor, berubah menjadi 2 sepeda motor saat melintas di Jalan Ir. Soekarno. Setelah dilakukan pengejaran diketahui 2 orang itu adalah Hori dan Hariyanto dua bandit curanmor yang sudah biasa beraksi di wilayah hukum Sukolilo. Saat itu, keduanya baru saja beraksi mencuri sepeda motor milik Siti Aminah. Korban baru mengetahui motornya dicuri ketika Aan Dwi Satriyo Yudho menghampiri KUA.
Peristiwa ketiga terjadi tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 78, Senin (01/07/2024) kemarin. Dua bandit curanmor yang baru saja beraksi di Wilayah Polsek Rungkut, tepatnya di Ruko Medokan Ayu diamankan oleh anggota Opsnal Polsek Sukolilo yang sedang berpatroli.
Awalnya, anggota opsnal Polsek Sukolilo yang sedang patroli curiga dengan dua pemuda yang melakukan stut motor di Jalan Ir. Soekarno. Setelah diikuti anggota Polsek Sukolilo, keduanya melewati pom bensin yang mengindikasikan sepeda motor di stut bukan karena kehabisan bensin. Anggota pun tetap membuntuti sampai di Jalan Rangkah. Saat di jalan Rangkah, kedua pelaku berusaha merusak kunci agar motor mau menyala dengan Kunci T. Anggota Opsnal Polsek Sukolilo yang sudah membuntuti lantas menyergap pelaku.
Sayangnya, kedua pelaku memilih melawan petugas. Satu petugas Polsek Sukolilo yang melakukan penyergapan sampai harus luka di bagian wajah dan terseret sepeda motor yang hendak kabur. Alhasil, polisi memberikan hadiah tembakan di tangan kepada pelaku Afi dan tembakan di kaki kepada pelaku Bahrul. Polisi pun langsung menghubungi korban yang saat itu sedang asyik mengedit foto di Ruko Medokan Ayu. Ia baru mengetahui motornya hilang setelah anggota Polsek Sukolilo datang ke Ruko dan menanyakan keberadaan sepeda motornya.
Selain berhasil mengembalikan motor dalam hitungan jam, dari penangkapan Afi dan Bahrul, polisi juga menangkap pelaku curanmor lain di markasnya. Total 4 pelaku curanmor diamankan oleh anggota Polsek Sukolilo.
3. Ungkap Kasus Pembunuhan Keputih dalam Waktu 4 hari
Masyarakat Surabaya pernah dihebohkan dengan kasus pembunuhan penjaga Tambak di Sukolilo pada Senin (18/03/2023) lalu. Saat itu, korban Hudoyo ditemukan meninggal dunia di tengah-tengah tambak yang berjarak hampir 10 kilometer dari perkampungan. Hudoyo tewas dengan luka robek di bagian dada sebelah kiri akibat sabetan celurit.
Dalam melakukan proses ungkap, Unit Reskrim Polsek Sukolilo mendapatkan bantuan dari Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Proses ungkap dalam kasus ini penuh dengan tantangan. Mulai dari lokasi pembunuhan yang jauh dari pemukiman warga, hingga medan lokasi pembunuhan yang sulit dilalui karena minim penerangan dan jalannya berlumpur. Kejadian pembunuhan yang terjadi sekitar dini hari membuat 2 anggota Polsek Sukolilo sempat tercebur ke Tambak karena terpeleset dari sepeda motor. Jenazah korban pun tidak bisa langsung dievakuasi karena akses jalan yang tidak bisa dilalui mobil dan gelap. Petugas harus menunggu hingga matahari bersinar untuk melakukan evakuasi.
Dalam proses pengungkapan kasus ini, Aan Dwi Satriyo Yudho menceritakan anggotanya dibantu Unit Resmob Polrestabes Surabaya bekerja maksimal untuk memeriksa saksi-saksi. Minimnya bukti dan saksi yang melihat kejadian pembunuhan sempat menjadi tantangan. Namun, petugas akhirnya mencurigai satu nama yaitu Seli Hadianto rekan korban yang diketahui paling sering berselisih dengan Hudoyo. Polisi lantas melakukan pengejaran kepada Seli Hadianto. Ia diketahui sudah kabur meninggalkan kamar kosnya. Hanya dalam waktu 2 hari, polisi menemukan Seli Hadianto berada di Lereng Argopuro. Seli pun ditangkap dalam pelariannya. Karena ketepatan dan kecepatan dalam ungkap kasus ini, Aan Dwi Satriyo Yudho beserta anggotanya sempat diganjar penghargaan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce.
Dihubungi Beritajatim.com, Aan Dwi Satriyo Yudho mengucapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga besar Unit Reskrim Polsek Sukolilo yang sudah mau menerima dirinya. Baginya, tidak ada keberhasilan pribadi selama menjabat Kanit Reskrim Polsek Sukolilo. Hasil prestasi yang sudah didapat merupakan buah dari baiknya kerjasama antar anggota.
“Saya berterimakasih kepada anggota saya yang luar biasa dalam mendedikasikan waktunya. Bagi saya tidak ada kesuksesan pribadi. Apa yang sudah dicapai adalah hasil dari kerja sama tim yang solid,” tuturnya, Senin (26/08/2024).
Ditempat yang baru, Aan Dwi Satriyo Yudho berkomitmen untuk segera beradaptasi dan menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan. “Pastinya di tempat baru akan bekerja lebih maksimal lagi untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (ang/ted)






