Malang (beritajatim.com) – Jelang memasuki Bulan Suci Ramadhan 2023, ratusan santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, diliburkan selama Ramadhan 1444 Hijriyah.
“Khusus Ramadan tahun ini, lain dengan Ramadan tahun tahun sebelumnya. Kenapa sekarang libur, ya ini sudah melalui rapat, istikharah juga memang lebih baik libur selama Ramadan sekarang,” ungkap Pengasuh Ponpes Babussalam, KH Thoriq bin Ziyad, Selasa (21/3/2023).
Gus Thoriq sapaan akrabnya menjelaskan, pertimbangan meliburkan para santri itu, yakni pendidikan formal sudah dikondisikan, sebelum Ramadhan dan nanti setelah Ramadhan.
“Banyak pertimbangan lain juga, di antaranya situasi di tengah masyarakat. Saya ingin santri yang pulang ke rumah bisa menerapkan ilmunya di masyarakat dan berkhidmat kepada kedua orang tua,” tegas Gus Thoriq.
Sehingga selama Ramadhan, sambung Gus Thoriq, para santri yang diliburkan, mampu membantu meringankan beban orang tua di rumah masing masing.
“Pesan saya kepada santri cuma dua, yakni jangan pernah tinggalkan salat 5 waktu dan berbakti kepada orang tua,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Basarah Lantik Pengurus Baru DPD PA GMNI Jawa Timur di Ponpes Babussalam
Inisiator Hari Santri Usul Pemerintah Bikin Jalur Darat Haji
Air Sumur At Thoriq Malang Diyakini Berkhasiat
Sebab, Orang tua adalah guru pertama yang memperkenalkan ilmu, termasuk huruf-huruf hijaiyah. Maka diminta agar tetap hormat kepada orang tua.
“Dari 800 santriwan dan santriwati, Rata rata pulang semuanya, hanya sedikit yang ada di pondok, itu hanya menjaga pondok,” beber Gus Thoriq.
Santri yang masih berada Di Pondok Pesantren Babussalam selama Ramadhan, tetap diberi pengajian non formal, mulai dari mengaji kilatan kitab-kitab salafiyah.
“Ya Sifatnya murojaah, mengulang kembali pelajaran yang dilakukan di madrasah Diniyah,” Gus Thoriq mengakhiri. [yog/but]






