Malang (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi Jumat (21/5/2021) malam ini cukup membuat panik masyarakat. Di Kabupaten Malang, warga ditempat ini mengaku trauma. Gempa bumi terjadi pukul 19:09:23 WIB ini, berada pada Koordinat: 8.63 LS-112.34 BT (57 km Tenggara KAB-BLITAR-JATIM) dengan kedalaman 110 km.
“Gempabumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme sesar naik kombinasi geser (oblique thrust fault),” ungkap Kepala BMKG Karangkates Malang, Mamuri.
Pasca terjadinya gempa bumi 6,2 Skala Litcher itu, juga terjadi gempa susulan (aftershock) sebanyak 3 kali hingga pukul 20.00 WIB, dengan masing-masing magnitudo 3,1 dan 2,9 Skala Litcher.
Peristiwa gempa ini, lanjut Mamuri dirasakan hampir di seluruh wilayah Jawa hingga Lombok Barat.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com, kerusakan akibat gempa bumi malam ini tidak separah pada gempa tanggal 10 April 2021 lalu. Hanya saja, ada rasa trauma cukup kuat yang dialami warga Kabupaten Malang terdampak gempa bumi saat ini.
“Kerusakan tidak separah gempa bulan lalu mas. Tapi kami sangat trauma pada terjadinya gempa bumi malam ini,” kata Hari Subakti, warga Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Rumah Hari dan kerabatnya di Tirtoyudo rusak pada gempa bumi bulan April 2021 lalu.
Sementara terdapat beberapa rumah warga di Malang Raya hingga Blitar malam ini, dikabarkan mengalami kerusakan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-malang”]
Di Kabupaten Blitar, wilayah terdampak gempa bumi terjadi di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Wates dan Selorejo. Kemudian di Kota Malang, rumah salah satu warga Perumahan Griya Tirta Aji, Blok F 23, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Iwan Sutisna (51) juga ambrol.
“Ya, atap rumah saya ambrol. Kebetulan saat itu istri dan kedua anak saya ada di rumah. Saya saat itu sedang sholat isya di Masjid,” katanya saat dikonfirmasi.
Sedangkan di wilayah Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang merupakan salah satu kawasan yang terdampak paling parah pada gempa bumi 10 April lalu, juga kembali terdampak gempa bumi kali ini.
“Beberapa rumah warga yang retak pada gempa bumi beberapa waktu lalu, kini semakin retak. Ada juga rumah tetangga saya yang juga hampir roboh,” ungkap salah satu warga Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Nur Halimah.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Malang mengatakan ada 27 rumah, 5 fasilitas umum mengalami kerusakan, serta 1 orang luka ringan di Kabupaten Malang akibat terjadinya gempa bumi.
“Ini data sementara, dan masih akan terus berkembang,” singkat Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Jum’at (21/5/2021) malam ini. (yog/ted)






