Lamongan (beritajatim.com) – Saat hasil tangkapan rajungan nelayan tradisional di Pantura Lamongan mengalami penurunan dalam seminggu terakhir, justru hasil tangkapan ikan kembung mereka begitu melimpah.
Hal itu seperti yang dialami oleh Amar Ucok, nelayan tradisional asal Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Lamongan, yang mendapatkan tangkapan rajungan seberat 2,5 kuintal, dengan harga saat ini Rp20 ribu per kilonya.
Amar Ucok mengaku sangat bersyukur atas melimpahnya hasil tangkapan ikan kembung pasca Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Tangkapan tersebut setidaknya bisa mengurangi beban ekonomi mereka saat tangkapan rajungan sedang mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, hasil tangkapan melaut kita melimpah. Kita mendapat ikan kembung yang banyak dalam seminggu terakhir,” ujar Amar Ucok, Rabu (3/5/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Rukun Nelayan (RN) Paciran Muchlisin Amar membenarkan bahwa nelayan tradisional di Pantura Lamongan mendapat berkah pasca lebaran. Dia menyebut, rata-rata perahu nelayan Paciran itu mampu menangkap 2 kuintal ikan kembung saat melaut.
“Iya, banyak nelayan yang mendapatkan tangkapan ikan kembung, rata-rata per perahu dapat 2 kuintal. Kami sangat bersyukur, setidaknya hasil melaut ini bisa meringankan beban ekonomi keluarga pasca lebaran,” terang Muchlisin.
Muchlisin juga menjelaskan bahwa para nelayan di Desa Paciran yang masuk kategori nelayan di bawah 5 GT ini memiliki jenis alat tangkap yang berbeda dari nelayan lainnya. Dia pun berkata, alat tangkap itu cukup variatif dan disesuaikan dengan musim ikan yang ada.
“Banyak nelayan Paciran yang dikenal sebagai penangkap rajungan. Namun saat hasil tangkapan rajungan sepi, maka nelayan Paciran akan menggunakan alat tangkap yang lain. Alat tangkap mereka begitu bervariasi, disesuaikan dengan musim ikannya,” tandasnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/nahas-pasangan-suami-istri-di-lamongan-ini-tewas-kesetrum-listrik-jebakan-tikus/
Lebih lanjut, Muchlisin berharap, diversifikasi atau keanekaragaman alat tangkap yang dimiliki para nelayan di Paciran ini bisa terus dipertahankan. Sehingga kebutuhan sehari-hari keluarga mereka bisa terus tercukupi.
“Semoga diversifikasi alat tangkap ini bisa terus dipertahankan dan terus berinovasi, agar terus bisa mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anak-anaknya,” harapnya.[riq/ted]






