Magetan (beritajatim.com) – Tak hanya bus yang punya bismania, kereta api ternyata juga memiliki penggemar. Mayoritas anak-anak muda rupanya menggemari angkutan massal tersebut, salah satunya di wilayah Madiun.
Berdiri sejak 2014, Komunitas Pecinta Kereta Api Lingkup (Pecel) Madiun mulai terbentuk. Berawal dari perkumpulan mereka karena kegemaran yang mayoritas mulai memotret, melakukan perjalanan menggunakan kereta api, hingga turut concern dengan kecelakaan di perlintasan sebidang KA.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kereta-api”]
“Awalnya hanya kumpul-kumpul biasa. Hingga kami akhirnya mulai membangun koordinasi dengan PT KAI Daops 7 yang turut mengajak kami dalam kegiatan sosialisasi, utamanya sosialisasi keselamatan dalam berkendara di jalur perlintasan kereta api sebidang,” ungkap Wakil Ketua Komunitas Pecel Madiun, Dwiki Satriya, Minggu (12/12/2021)
Pemuda 22 tahun asal Kota Madiun itu bahkan sudah melakukan sosialisasi di beberapa tempat. Utamanya perlintasan sebidang yang tak memiliki palang pintu, tak dijaga, dan tak ada sirine. Masyarakat sekitar perlu mengetahui kalau tak hanya sekadar tengok kanan kiri.
“Yang cukup repot kan jika tak ada palang pintu, tidak ada yang menjaga, ditambah belum ada sirine atau sistem peringatan dini. Nah, peran kami ini memberikan sosialisasi pada warga, utamanya dengan adanya jalur ganda, jumlah aktivitas kereta, hingga penyesuaian kecepatan kereta yang kini ada yang lebih dari 90 km per jam. Sehingga, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan tahu kalau mereka harus mengutamakan perjalanan kereta,” katanya.
Dia dan kawan-kawannya turut mengecek untuk beberapa perlintasan yang mungkin ada EWS namun rusak atau accu-nya dicuri. Jika memang tidak berfungsi maka akan dibantu melaporkan pada PT KAI untuk diteruskan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
“Kami berharap dengan adanya sosialisasi masyarakat bisa lebih berhati-hati. Juga, turut andil dalam pengawasan pada alat-alat yang digunakan untuk mengamankan perjalanan kereta api dan menunjang keselamatan pengguna jalan. Baik palang pintu maupun sistem peringatan dini,” kata Dwiki. [fiq/suf]







