Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto tampil sebagai daerah pelopor pendidikan karakter berbasis nilai-nilai religius. Ini terbukti lewat empat capaian besar yang diumumkan serentak dalam satu hari saat acara Wisuda Tahfidz Gemajuza 2025 di Pendopo Graha Maja Tama (GMT).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto meraih empat capaian strategis yakni mewisuda 5.035 santri penghafal Al-Qur’an, meluncurkan Program Hafidz untuk target hafalan 30 juz, mendeklarasikan sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026 yang adil dan bebas pungli.
Selain itu mereka juga merayakan raihan skor tertinggi Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang pendidikan se-Indonesia, yakni 87. Dengan pencapaian ini, Kabupaten Mojokerto tak hanya melangkah ke depan dalam pendidikan, tapi juga menjadi role model nasional dalam membangun SDM unggul berbasis nilai luhur dan agama.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari visi besar membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
“Gemajuza bukan hanya program hafalan, tapi tonggak pendidikan karakter,” ungkapnya.
Anak-anak Kabupaten Mojokerto dibekali dengan Al-Qur’an sebagai benteng moral. Tak hanya itu, Program Hafidz diluncurkan sebagai kelanjutan Gemajuza, menyasar siswa SD dan SMP agar bisa melanjutkan hafalan hingga 30 juz. Program ini menjadi investasi besar daerah dalam mencetak calon pemimpin Qurani di masa depan.
“Insyaallah dari Mojokerto akan lahir pemimpin berakhlak, cerdas, dan amanah,” tegasnya.
Dalam momen yang sama, Gus Bupati juga memperkenalkan sistem SPMB 2025/2026 yang akan diterapkan serentak di seluruh sekolah di Mojokerto. Sistem ini menjunjung prinsip keadilan, akuntabilitas, dan tanpa pungutan liar. Disediakan pula jalur afirmasi, prestasi, dan domisili untuk memperluas akses pendidikan tanpa diskriminasi.
Apresiasi pun datang dari pemerintah pusat. Kabupaten Mojokerto dinobatkan sebagai daerah dengan nilai SPM pendidikan tertinggi se-Indonesia. Capaian ini dianggap sebagai buah dari kolaborasi erat antara Dinas Pendidikan, para guru, kepala sekolah, orang tua, dan elemen masyarakat.
“Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di seluruh Kabupaten Mojokerto,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mojokerto, Ludfi Ariyono menyebutkan bahwa Gemajuza telah dijalankan selama lima tahun dengan peningkatan jumlah peserta setiap tahunnya. Tahun ini, 5.035 siswa dari jenjang SD, MI, SMP, MTs, hingga SMA/SMK telah mengikuti munaqosah yang diselenggarakan bersama JQHNU Mojokerto.
“Kabupaten Mojokerto bukan hanya memperkuat hafalan, tapi juga memperkuat karakter. Ini langkah besar menuju pendidikan berkelanjutan yang unggul dan religius,” katanya.
Ia juga merincikan jenjang SD sebanyak 2.399 anak, MI 1.170, SMP 1.093, MTs 294, serta jenjang MA/SMA/SMK sebanyak 79 siswa. Semua peserta telah melewati munaqosah (ujian hafalan) yang dilaksanakan bersama Jam’iyyah Quro’ wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Mojokerto.
“Jumlah peserta Gemajuza setiap tahun mengalami kenaikan dari sebelumnya sebanyak 3.919 anak, tahun ini naik 1.116 anak dan program Gemajuza ini terlaksana dengan baik berkat kerjasama semua pihak khususnya Jam’iyyah Quro’ wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) yang telah melaksanakan munaqosah,” pungkasnya.
Acara Wisuda Tahfidz Gemajuza 2025 juga turut dihadiri Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian, jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, dan 600 siswa SD-SMP se-Kabupaten Mojokerto yang menjadi perwakilan kelulusan para hafidz. [tin/aje]






