Surabaya (beritajatim.com) – Dunia pendidikan ternyata menjadi pasar yang manis bagi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Bahkan untuk wilayah IOH East Region, sektor pendidikan terutama kampus mengantongi 30 hingga 40 persen dari total revenue yang didapatkan perusahaan.
Hal ini diungkap oleh VP Head of East Region Sigit Pramudyantoro revenue ini setiap tahunnya stabil dan kini mereka fokus untuk semakin mengembangkan teknologi telekomunikasi terutama data di kampus.
“Untuk revenue yang kami dapat bukan transactional fill tetapi transformasi. Kami menawarkan solusi. Di antaranya conectivity, akses poin, ruter, server serta app atau aplikasi (yang bekerjasama dengan pihak ketiga),” ujarnya, Senin (9/10/2023).
Sigit mengaku sudah banyak program yang mereka kembangkan di kampus mulai dari conectivity metwork hingga mobile network biasanya.
“Mereka membutuhkannya dan kami biasanya kerjasama dengan beberapa universitas. Misalnya di Unusa sudah sampai pembuatan aplikasi eSorogan (setoran ngaji). Dan setiap lembaga pendidikan punya program yang berbeda sesuai kebutuhan mereka,” papar Sigit.
Menurut Sigit, dalam melakukan transformasi tantangnnya untuk edukasi, yakni Indeks Kinerja Universitas (IKU). Pihaknya masuk dari arah situ, Indosat supporting IKU ke mereka (universitas).
“Ada 8 IKU dan Indosat punya peran disemuanya. IKU 1, lulusan dapat pekerjaan yang layak. Kita bekali mereka dengan soft skill dan hard skill. IKU 2, mahasiswa mendapat pengalaman magang di luar kampus (magang, project desa, mengajar dan lain-lain),” jelasnya.
IKU 3, dosen berkegiatan di luar ilmu mencari pengalaman di industri. IKU 4, praktisi mengajar di salah satu kampus. IKU 5, hasil kerja dosen digunakan masyarakat, IKU 6, program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia.
IKU 7, kelas yang kolaboratif dan partisipatif (salah satunya melakukan 5g). IKU 8, program studi berstandar internasional.
“Kerja sama ini rata-rata 3 tahun. Pertama melakukan MoU, lalu melakukan perjanjian kerja sama atau action-nya,” tandasnya.[rea]






