Malang (beritajatim.com) – Nasib baik menghampiri tiga mahasiswa peraih medali di ajang Sea Games 2023 Kamboja. Ketiga mahasiswa dari Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Malang (FIK UM) ini mendapat berbagai penghargaan dari UM.
Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Candra Marimar peraih medali perak cabang olahraga (Cabor) gulat, Lulut Gilang peraih emas cabang olahraga cabor, dan Katherina Eda Rahayu peraih tiga medali (perak dan perunggu) cabor selam. Mereka masing-masing mendapat uang tunai senilai Rp 20 juta untuk emas,Rp 15 juta untuk perak, dan Rp 10 juta untuk peraih perunggu.
Tak hanya uang tunai, UM juga mengapresiasi dalam bentuk perayaan seremonial dengan pengalungan bunga dan pemotongan tumpeng. Selain itu, permintaan khusus dari mahasiswa agar mereka dipermudah skripsi dan bisa menjadi dosen UM langsung dikabulkan oleh Rektor, Prof. Hariyono, M.Pd.
Sebelumnya, Lulut Gilang Saputra saat menyampaikan sambutan di depan audien berharap agar dirinya dan kawan lain yang meraih medali dapat dipermudah dalam studi. Ia berharap Candra Marimar dan Katherina Rahayu dipermudah untuk menyelesaikan skripsinya.
“Saya sendiri, ingin terus berkarya, untuk UM. Karena untuk mencapai itu tidak mudah. Barangkali saya bisa dibantu agar bisa menjadi bagi dari Universitas Negeri Malang,” pinta Gilang di hadapan jajaran Rektor dan Dekanat UM.
Prof Hariyono langsung mengabulkan permintaan itu. Ia menggunakan diskresi atau hak kewenangan sebagai Rektor untuk menerima dosen. “Saudara lulut berprestasi, integritasnya juga bagus. Kenapa tidak kita apresiasi dia sesuai keinginan menjadi dosen di FIK. Minggu depan saya tunggu lamarannya sebagai dosen,” ujarnya.
Permintaan Katherina dan Candra Marimar pun penuhi. Keduanya dinyatakan sebagai mahasiswa yang boleh diluluskan lewat jalur skripsi rekognisi dengan prestasi. “Karena prestasi mereka kebetulan juga tidak menyimpang dari keahliannya mereka. Keduanya belajar di keolahragaan dan prestasinya bidang olahraga maka itu diperbolehkan,” ujar Prof Hariyono.
Rektor UM memandang orang yang berprestasi pancasilais. Menurutnya mereka membanggakan sekaligus mengamalkan pancasila. Dia berharap raihan ini dapat memotivasi mahasiswa lain.

“Mudah mudah anak UM tidak hanya berprestasi bidang olahraga, tapi juga bisa meraih prestasi akademik dan bidang lain di tingkat internasional. Ini bukan yang akhir, semoga bisa menginspirasi setiap anak yang masuk ke UM. Ini juga bukti bahwa kami terus merawat dan mendampingi anak untuk berprestasi tingkat dunia,” tegasnya.
Lulut Gilang, mengaku senang karena cita-citanya bisa terwujud. Ia berterima kasih kepada Rektor yang telah mengabulkan permintaanya.
“Ya Alhamdulillah doa dan keinginan saya sejak dulu untuk berkarya serta mengabdi di UM bisa terwujud hari ini,” jelas mahasiswa Program Studi PPG Prajabatan PJOK Sekolah Pascasarjana angkatan 2022.
BACA JUGA:
Kisah Seru 2 Atlet Putri E-Sport Jatim Raih Emas SEA Games
Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Asal Kota Mojokerto Dikirab Naik Mobil Antik
Katherina juga senang karena skripsinya di rekognisi dengan prestasi yang ia raih. Menurutnya menjadi mahasiswa dan atlet punya tantangan tersendiri yang cukup sulit.
“Ya saya sangat senang dengan rekognisi itu. Nanti setelah S1 akan lanjut ke S2. Kalau misalkan ada pelatihan nanti saya akan gap satu tahun karena ini sebentar lagi ada PON jadi saya harus latihan,” ujar mahasiswa program studi pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UM angkatan 2019 ini.
Begitu juga dengan Candra Marimar yang merasa senang karena bisa bebas skripsi. Mahasiswa asal Tuban ini berharap ada beasiswa yang disediakan sehingga dirinya bisa lanjut studi.
“Alhamdulillah sangat bersyukur. Jadinya lebih tenang kalau ikut gulat. Kalau harus jalan dua-duanya agak susah. Kadang latihan sudah berat, mau kuliah atau ngerjain skripsi juga capek,” kata mahasiswa prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FIK UM angkatan 2019 tersebut. [dan/but]






