Surabaya (beritajatim.com) – Dari cabang olah raga gulat, 3 kelas gaya putri bebas berhasil dirampungkan di laga pertama di GOR Graha Surya Mahameru, Senin (26/6/2022).
Gulat gaya bebas dengan berat badan 43 kg dimenangkan Pipit Nur dari Kabupaten Tuban. Juara kedua mendapatkan medali perak dari Kabupaten Mojokerto Khusnul Latifah sedangkan juara ketiga mendapatkan medali perunggu Karunia Tita dari Kab Malang dan Athaya Salsabila kota Surabaya.
Pegulat dengan berat badan 46 kg dimenangkan oleh Rizqi Nur dari Kabupaten Malang, disusul Okta Amelia dari Kabupaten Blitar, dan Dwi Wahyu dari Kabupaten Tuban, lalu Syifa Anisah dari Kota Malang dan Syifa Anisah dari Kota Malang.
Sementara juara pertama pegulat dengan berat badan 50 kg adalah Laili Rahmawati dari Kabupaten Malang, disusul Naomi dari Kabupaten Lamongan, dan juara ketiga Putri Ananta dari Kabupaten Tuban, Syifa Anisah dari Kota Malang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan bahwa berkat kerja keras semua atletnya, Kabupaten Tuban berhasil mendapatkan satu medali emas pertama di cabang olah raga gGulat. Dengan pretasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para atlet lainnya untuk berprestasi.
Adit sapaan akrab bupati Tuban ini tidak menutup mata dengan bonus yang akan diberikan kepada para atletnya. Bupati termuda ini menjanjikan akan memberikan bonus atlet yang mendapat medali emas sebesar 20 juta rupiah, medali perunggu 10 juta rupiah, dan perunggu 5 juta rupiah.
“Bonus sudah kita siapkan berdasarkan poin yang diperoleh atlet. Per poinnya 5 juta rupiah jadi kalau emas itu 4 poin jika dikalkulasikan menjadi 20 juta, sedangkan perunggu 2 poin sebesar 10 juta rupiah, dan perunggu satu poin sebesar 5 juta rupiah,” ungkapnya.
Hingga saat ini perolehan medali cabang olah raga gulat di Porprov Jawa Timur ke VII, posisi pertama dari kabupaten Malang 5 medali, kedua kota Surabaya 3 medali. [way/but]






