Surabaya (beritajatim.com) – Rilis lagu ke 2, Titi Laras ingin musik keroncong dikenal Gen Z. Lewat lagunya yang berjudul ‘salah ngiro’ band keroncong asal Surabaya itu ingin membuktikan bahwa Keroncong bisa adaptif dengan telinga anak-anak muda. Rilis single kedua itu diselenggarakan di Locker Space Jalan Embong Kaliasin, Sabtu (25/11/2023) malam.
Salah satu personel Titi Laras, Danin Dedor (24) yang menulis lagu ‘salan ngiro’ menjelaskan bahwa single kedua ini termasuk dalam satu lagu yang ada di mini album Balada Kita. Lagu kedua Titi Laras ini bercerita tentang seseorang yang harus kecewa karena salah menafsirkan sikap seseorang. Danin Dedor menulis liriknya berdasarkan pengalamannya di masa lalu. Nantinya, Band Keroncong yang digawangi anak muda ini akan merilis 5 lagu dari 5 pencipta yang berbeda.
“Jadi di mini album kami yang berjudul Balada Kita itu nanti tiap personel akan menciptakan lagu berdasarkan pengalaman pribadinya nanti untuk musiknya di aransemen bareng-bareng,” kta Danin Dedor saat dihubungi Beritajatim.com, Sabtu (25/11/2023).
Baca Juga: Ketahuan Saat Gondol Motor Petani, Pemuda Kota Pasuruan Bonyok Dihajar Warga
Sementara itu, Redy Reynaldi (24) Vokalis Band Titi Laras yang juga menciptakan lagu pertama berjudul ‘Tau Nduweni’ menceritakan bahwa bandnya mengusung genre Keroncong Modern untuk kembali merangsang kecintaan anak muda kepada musik asli Indonesia. Mereka ingin membuktikan bahwa musik keroncong juga bisa adaptif mengikuti perkembangan zaman.
“Kita kepenginnya tetap mengikuti zaman, mengikuti era, momen kita kan ambyar, kita bagaimana caranya, keroncong itu dimasukkan ambyar tetap disukai anak-anak muda. Biar mereka tau kalau keroncong ini enak,” kata Redy.
Redy berkaca pada musik campursari dan dangdut yang saat ini populer di kalangan anak muda. Berbagai lagu berbahasa jawa dengan alunan musik dangdut dan campursari memiliki views jutaan di berbagai platform digital. Ia berharap, Lewat genre keroncong yang sudah ia pelajari sejak duduk dibangku SMP itu, ia berharap ada band asal Surabaya yang kembali besar seperti Dewa 19 atau Padi.
Baca Juga: ISI Surakarta Tawarkan Buka Kampus Seni di Banyuwangi, Begini Tanggapan Bupati
“Campursari semakin maju karena adaptif dengan genre-genre lain, dengan musik zaman kini, sedangkan keroncong ini adaptivitas dengan genre-genre baru itu masih kurang, jadi kita ingin lebih adaptif,” tambahnya.
Sejarah Titi Laras
Titi Laras bermula dari anak-anak SMP 15 Surabaya yang mempelajari musik Keroncong pada tahun 2015. Saat itu, namanya masih TLK dan mereka dibimbing oleh salah satu guru musik. Seiring berjalannya waktu, hanya tersisa dua orang yang konsisten. Mereka pun lantas berkolaborasi dan resmi memakai nama Titi Laras sejak tahun 2020.
Dalam perjalanannya, Titi Laras sudah mengisi beberapa event lokal Surabaya dan Jawa Timur seperti Konser Musik PRJ 2023 dan JossFest 2023 yang diselenggarakan Unitomo.
Baca Juga: Beta Tri Wicaksono, Sosok Guru yang Latih Murid Mahir MC Jawa Saat Bahasa Krama Inggil Kian Terlupa
Titi Laras beranggotakan 8 personel yaitu, Danin Dedor (24) Biola, Redy Reynaldi (24) Vokalis, Naufal (24) Gitar Cak, Hendra Majid (24) Gitar Cuk, Arvienala Krisna (22) Gitaris, Fared SP (20) Bassist, Aditya Ilham (23) Perkusi, dan Adhitya (26) drummer.
Kedepannya Titi Laras berharap bisa terus berkarya dan mendapatkan kesempatan untuk berkecimpung di industri musik Nasional dan Internasional. Lagu-lagu keroncong Titi Laras ini pun dapat dinikmati di semua platform musik seperti Spotify dan Youtube. (ang/ian)






